{"id":1894,"date":"2023-06-13T15:20:27","date_gmt":"2023-06-13T15:20:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894"},"modified":"2023-06-13T15:29:00","modified_gmt":"2023-06-13T15:29:00","slug":"elementor-1894","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894","title":{"rendered":"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"1894\" class=\"elementor elementor-1894\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-f2dd8f1 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"f2dd8f1\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-1c829ea\" data-id=\"1c829ea\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-bb8ec9a elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"bb8ec9a\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35-1024x768.jpeg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-1897\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35-300x225.jpeg 300w, https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35-768x576.jpeg 768w, https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-7df3043 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"7df3043\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-4046785\" data-id=\"4046785\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-73caa83 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"73caa83\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>MEDAN,- Jai Sangker alias Rakesh, preman yang mengancam bunuh jurnalis didakwa Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.<\/p><p>Dalam persidangan di PN Medan, para saksi dan korban yang hadir senada mengatakan, bahwa Rakesh mengancam dan menghalang-halangi tugas jurnalis.<\/p><p>&#8220;Rakesh sempat ingin merampas kamera jurnalis, serta ingin menghapus rekaman pra rekontruksi kasus penganiayaan yang melibatkan dua Anggota DPRD Medan,&#8221; kata Dony Admiral, jurnalis TV yang juga saksi mata di lokasi kejadian, Selasa (13\/6\/2023).<\/p><p>Namun, aksi tersebut gagal dilakukan, karena awak media melakukan perlawanan. Saat itu, terdakwa turut menendang wartawan bernama Suyanto.<\/p><p>Terdakwa juga mengancam Alfiansyah dan Gokla Wesly, dua wartawan media online yang tengah melakukan peliputan.<\/p><p><strong>AJI, PFI, IJTI Tak Pernah Berdamai<\/strong><\/p><p>Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut menegaskan tidak pernah berdamai dengan terdakwa.<\/p><p>Hal ini disampaikan guna membantah isu yang beredar soal perdamaian dengan para jurnalis korban pengancaman dan perintanngan.<\/p><p>Menurut Ketua AJI Medan, Cristison Sondang Pane, pihaknya berkomintmen mendorong dan mengawal kasus ini hingga tuntas.<\/p><p>AJI Medan secara kelembagaan, kata Tison, tidak pernah punya niat melakukan perdamaian.<\/p><p>\u201cKami sepakat bahwa kasus ini harus tuntas dan pelakunya dihukum sesuai perbuatannya,\u201d kata Tison.<\/p><p>Ia bilang, kalaupun ada dari saksi korban yang mengaku sudah berdamai dengan terdakwa, itu bersifat pribadi, bukan secara kelembagaan.<\/p><p>Yang pasti, kata Tison, para korban, Alfiansyah dan Goklas Wesly tidak pernah punya niatan untuk berdamai.<\/p><p>AJI Medan berkomitmen mengawal kasus ini hingga jatuh putusan kurungan.<\/p><p>Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi AJI Medan, Array A Argus meminta majelis hakim yang menangani perkara ini objektif.<\/p><p>Kalaupun ada diantara korban yang mengaku sudah berdamai, itu sifatnya pribadi, bukan secara kelembagaan.<\/p><p>\u201cHakim harus tahu, bahwa pelapor dalam kasus ini lebih dari satu orang. Kalaupun ada diantara korban yang mengaku sudah berdamai, bukan berarti semua korban menyepakati hal itu,\u201d kata Array.<\/p><p>Ia menegaskan, hakim harus menjatuhkan sanksi yang setimpal terhadap Rakesh. Hakim harus menjatuhkan hukuman sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 18 ayat (1) UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.<\/p><p>\u201cPasal ini harus menjadi acuan bagi hakim dalam memberikan vonis kedepan, selain pasal pengancaman bunuh,\u201d tegas Array.<\/p><p>Koordinator Divisi Advokasi dan Hukum PFI Medan Prayugo mengatakan, putusan hakim yang berkeadilan akan menjadi catatan baik bagi pengekan hukum dalam kasus kekerasan terhadap jurnalistik. Aliansi, kata Yugo, akan tetap mengawal kasus ini demi keadilan terhadap jurnalis yang menjadi korban.<\/p><p>\u201cJaksa harus berani memberikan penuntutan dan berpedoman pada Undang-undang Pers. Jika diputus bersalah, kasus ini akan menjadi yurisprudensi ke depan. Sebagai langkah tegas, agar tidak ada lagi yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis,\u201d katanya.<\/p><p>Sementara itu, Ketua Pengda IJTI Sumut, Tuti Alawiyah menegaskan bahwa jika ada korban yang mengaku-ngaku sudah damai, itu bersifat individu.<\/p><p>&#8220;Kalau ada korban yang berdamai, itu <br \/>bukan representasi maupun mewakili dari para korban yang diintimidasi. Dalam kasus ini jelas-jelas yang dilanggar UU Pers, pasal lex spesialis,&#8221;.<\/p><p>Diketahui, kasus ini bermula saat sejumlah jurnalis melakukan peliputan di lokasi pra rekontruksi kasus penganiayaan dengan terlapor dua anggota DPRD Medan. Dari kronologi yang dihimpun sejumlah lembaga yang tergabung ke dalam Koalisi Jurnalis Anti Kekerasan, saat kericuhan terjadi, korban Alfiansyah dan Goklas Wesly yang baru tiba di lokasi peliputan didatangi Rakesh disusul teman-temannya. Rakesh langsung melarang Alfian dan Goklas untuk melakukan pengambilan gambar.<\/p><p>Alfian sempat menanyakan maksud Rakesh melakukan pelarangan. Namun dia bersikeras mengadang Alfian dan Goklas. Rakesh juga mengatakan jika dirinya adalah anggota salah satu Organisasi Kepemudaan (OKP).<\/p><p>Rakesh dan sejumlah rekannya terus mengerumuni Alfian dan Goklas. Mereka terus mengintimidasi Alfian dan Goklas dan melarang untuk melakukan peliputan.<\/p><p>Selama beberapa saat, Alfian dan Goklas dikerumuni oleh Rakesh Cs. Mereka turut melakukan intimidasi secara verbal, menyahuti Rakesh.<\/p><p>Saat bersamaan, Bahana Situmorang melihat Rakesh Cs mengerumuni Alfian dan Goklas. Dia langsung datang ke arah kerumunan itu. Bahana sempat mempertanyakan maksud Rakesh melarang jurnalis melakukan peliputan. Keributan semakin parah. Rakesh malah semakin mengamuk. Begitu juga rekannya yang turut menimpali.<\/p><p>Suryanto kemudian datang ke arah Alfian, Goklas dan Bahana. Mereka kembali mencoba mengeluarkan ponsel untuk mendokumentasikan kekisruhan itu. Rakesh dan rekannya mencoba merampas ponsel milik jurnalis. Saat itu juga Rakesh menantang para jurnalis untuk melapor ke polisi.<\/p><p>Saat kekisruhan terjadi, Rakesh diduga menendang Suryanto. Akibatnya Suryanto mendapat luka lebam di bagian paha kanan.<\/p><p>Aksi kekerasan itu hendak direkam oleh Bahana dengan ponselnya. Namun Rakesh malah menepis tangan Bahana. Ponsel milik Bahana pun terlempar sekitar tiga meter. Ponsel Bahana mengalami kerusakan karena terjatuh.<\/p><p>Alfian, Goklas dan Bahana kembali mencoba mengangkat kamera. Rekan-rekan Rakesh kembali mengancam mereka untuk tidak melakukan pengambilan gambar.<\/p><p>Bahana juga ditarik-tarik oleh Rakesh yang terus mengungkapkan ancamannya. Setelah keributan berlangsung lama petugas kepolisian yang ada di lokasi baru melerai mereka. Karena ditarik-tarik Rakesh, BS juga mendapat luka goresan di lengan kirinya.<\/p><p>Para korban berupaya menghindar. Tapi Rakesh Cs terus berteriak menyampaikan ancamannya. Rakesh kemudian mendatangi korban Alfian dan Goklas bersama teman-temannya. Saat itu, salah satu teman Rakesh mengangkat kamera dan mengarahkannya kepada awak media.<\/p><p>Korban Alfian dan Goklas kembali diancam akan dilaporkan dengan Undang \u2013 undang ITE karena melakukan pengambilan gambar. Bahkan Rakesh mengancam akan membunuh Alfian da Goklas.<\/p><p>\u201cKu matikan kelen nanti, ku tandai muka mu,\u201d kata Rakesh menurut kesaksian Alfian dan Goklas<\/p><p>Menurut Suryanto, Rakesh Cs, terus melakukan pengancaman kepada para jurnalis. \u201cSudah banyak wartawan ku tikam,\u201d ujar Rakesh menurut kesaksian Suryanto dan Bahana.(AJI\/PFI\/IJTI)<\/p><p>Komite Keselamatan Jurnalis Kota Medan<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEDAN,- Jai Sangker alias Rakesh, preman yang mengancam bunuh jurnalis didakwa Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dalam persidangan di PN Medan, para saksi dan korban yang hadir senada mengatakan,&hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1897,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1894","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v18.1 (Yoast SEO v26.9) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis - SAMUDERA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"MEDAN,- Jai Sangker alias Rakesh, preman yang mengancam bunuh jurnalis didakwa Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dalam persidangan di PN Medan, para saksi dan korban yang hadir senada mengatakan,&hellip;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"SAMUDERA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-13T15:20:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-06-13T15:29:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/person\/3415a92cde8f36d9115f995959f7f8bd\"},\"headline\":\"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis\",\"datePublished\":\"2023-06-13T15:20:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-13T15:29:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\"},\"wordCount\":871,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg\",\"articleSection\":[\"NASIONAL\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\",\"url\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\",\"name\":\"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis - SAMUDERA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg\",\"datePublished\":\"2023-06-13T15:20:27+00:00\",\"dateModified\":\"2023-06-13T15:29:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/\",\"name\":\"SAMUDERA\",\"description\":\"UKM Pers &amp; Sastra Universitas Simalungun\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#organization\",\"name\":\"SAMUDERA\",\"url\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/55px.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/55px.png\",\"width\":55,\"height\":57,\"caption\":\"SAMUDERA\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/person\/3415a92cde8f36d9115f995959f7f8bd\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06b24058049ba4d7b550ba6aaad0b628364e15c88001d4547ec16f818922f52b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06b24058049ba4d7b550ba6aaad0b628364e15c88001d4547ec16f818922f52b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/www.samuderausi.com\"],\"url\":\"https:\/\/www.samuderausi.com\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis - SAMUDERA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis","og_description":"MEDAN,- Jai Sangker alias Rakesh, preman yang mengancam bunuh jurnalis didakwa Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Dalam persidangan di PN Medan, para saksi dan korban yang hadir senada mengatakan,&hellip;","og_url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894","og_site_name":"SAMUDERA","article_published_time":"2023-06-13T15:20:27+00:00","article_modified_time":"2023-06-13T15:29:00+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/person\/3415a92cde8f36d9115f995959f7f8bd"},"headline":"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis","datePublished":"2023-06-13T15:20:27+00:00","dateModified":"2023-06-13T15:29:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894"},"wordCount":871,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg","articleSection":["NASIONAL"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894","url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894","name":"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis - SAMUDERA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg","datePublished":"2023-06-13T15:20:27+00:00","dateModified":"2023-06-13T15:29:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#primaryimage","url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2023-06-13-at-21.33.35.jpeg","width":1600,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?p=1894#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.samuderausi.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"AJI, PFI dan IJTI Dorong Hakim Objektif dalam Sidang Kasus Pengancaman Jurnalis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#website","url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/","name":"SAMUDERA","description":"UKM Pers &amp; Sastra Universitas Simalungun","publisher":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#organization","name":"SAMUDERA","url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/55px.png","contentUrl":"https:\/\/www.samuderausi.com\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/55px.png","width":55,"height":57,"caption":"SAMUDERA"},"image":{"@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/person\/3415a92cde8f36d9115f995959f7f8bd","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.samuderausi.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06b24058049ba4d7b550ba6aaad0b628364e15c88001d4547ec16f818922f52b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/06b24058049ba4d7b550ba6aaad0b628364e15c88001d4547ec16f818922f52b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin"},"sameAs":["http:\/\/www.samuderausi.com"],"url":"https:\/\/www.samuderausi.com\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1894"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1901,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1894\/revisions\/1901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1897"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.samuderausi.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}