Job Fair Jadi Harapan Pencari Kerja, Pelamar Hadapi Persaingan hingga Batas Usia

Pematangsiantar, Samuderausi.com

Job Fair yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Simalungun (USI) pada 22–23 Juli 2026 menjadi harapan bagi para pencari kerja untuk memperoleh kesempatan bergabung dengan berbagai perusahaan. Kegiatan ini dimanfaatkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk melamar pekerjaan sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki.

Salah seorang pelamar, Leonardo Surbakti (29), mengaku datang ke job fair dengan tujuan mencari pekerjaan. Ia optimistis memiliki peluang diterima meski harus menghadapi tantangan dari sisi usia.

“Saya yakin sekitar 80 persen. Tantangan terbesar saat ini mungkin dari sisi usia, karena rata-rata perusahaan mencari pelamar berusia 25 tahun, paling tinggi 27 tahun,” ujarnya saat diwawancarai oleh kru samudera (23/07).

Leonardo berharap dapat segera diterima bekerja setelah mengikuti job fair tersebut. Ia juga mengimbau para pencari kerja agar terus meningkatkan pendidikan dan kemampuan diri.

“Jangan main-main dalam belajar. Mencari kerja tidak segampang itu. Kalau kita punya ilmu dan kemampuan yang matang, tentu akan lebih mudah dipertimbangkan oleh HRD,” katanya.

Sementara itu, Irfanzah Kurniawan (20), yang pernah bekerja sebagai barista, mengaku tertarik mengikuti job fair karena banyak perusahaan yang membuka lowongan dalam satu kegiatan. Ia mengincar posisi crew store Indomaret karena gaji yang ditawarkan mengikuti UMR kota.

Ia mengaku telah melamar di dua perusahaan, yakni Alfamidi dan Indomaret. Menurutnya, persaingan yang cukup ketat menjadi tantangan terbesar karena banyaknya pelamar yang mengincar posisi yang sama.

Meski demikian, Irfanzah optimistis dapat lolos proses rekrutmen karena merasa kriteria yang dimilikinya hampir memenuhi kebutuhan perusahaan.

“Pelaksanaan job fair ini luar biasa dan sangat membantu pencari kerja. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini terus diselenggarakan di setiap kota di Sumatera Utara,” ujarnya (23/07).

Di sisi lain, Popi Sidauruk, warga Pematangsiantar, mengaku mengikuti job fair karena rasa penasaran sekaligus atas ajakan keluarga dan teman. Selama kegiatan berlangsung, ia telah mengajukan lamaran ke sekitar lima perusahaan.

Meski telah mencoba beberapa perusahaan, Popi mengaku tingkat keyakinannya untuk diterima masih sekitar 50 persen. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya lowongan untuk posisi administrasi atau perkantoran dibandingkan posisi lapangan.

“Semangat terus mencari informasi. Kalau kita tidak turun langsung dan bertanya, kita tidak akan tahu peluang yang ada,” pesannya kepada para pencari kerja lainnya.

Beragam tanggapan para pelamar menunjukkan bahwa penyelenggaraan Job Fair di Auditorium Universitas Simalungun tidak hanya menjadi wadah mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, tetapi juga memberikan harapan baru di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Di balik optimisme para pelamar, tantangan seperti batas usia, tingginya jumlah pelamar, hingga terbatasnya posisi tertentu masih menjadi hambatan yang harus dihadapi untuk memperoleh pekerjaan.

Reporter: Aurel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....