Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Simalungun melaksanakan kegiatan fieldtrip bertema “Sejarah bukan hanya di buku, melainkan petualangan nyata” pada Senin, 3 November hingga Kamis, 6 November 2025.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dengan rute perjalanan ke Riau, Bukittinggi, dan Padang.
Fieldtrip tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antar angkatan, menumbuhkan sikap saling membantu, serta memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap multikulturalisme masyarakat di daerah yang dikunjungi.
Selama perjalanan, peserta mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah dan ikonik, di antaranya Candi Muara Takus (Riau), Kelok 9 (Payakumbuh), Jam Gadang dan Lobang Jepang (Bukittinggi), serta Pantai Air Manis (Padang). Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat mempelajari secara langsung sejarah dan kebudayaan masyarakat di Sumatra Barat.
“Kegiatan ini membantu kami memahami sejarah tidak hanya lewat teori, tapi juga lewat pengalaman langsung di lapangan,” ujar Hebirkanta Sembiring, mahasiswa semester 5 Pendidikan Sejarah sekaligus Ketua panitia kegiatan tersebut.
Mahasiswa terlihat antusias selama mengikuti kegiatan. Banyak di antara mereka merasa senang karena baru pertama kali berkunjung ke tempat-tempat tersebut.
Salah satu momen paling berkesan bagi peserta adalah suasana di dalam bus selama perjalanan. Menurut Hebirkanta, momen itu menjadi kesempatan untuk saling mengenal lebih dekat antar mahasiswa dari berbagai semester.
Meski sempat terkendala oleh cuaca hujan saat hendak melaksanakan acara malam keakraban. Panitia mengambil kebijakan dengan mengganti agenda menjadi sesi evaluasi dan penyampaian kesan pesan.
“Walau ada kendala hujan, kegiatan tetap berjalan lancar dan penuh kebersamaan,” tambah Hebirkanta.
Program studi dan dosen pendamping turut memberikan dukungan penuh serta ikut berpartisipasi dalam perjalanan ini. Fieldtrip kali ini menjadi kegiatan terjauh yang pernah dilakukan Prodi Pendidikan Sejarah, karena melintasi beberapa provinsi.
Kegiatan diikuti oleh 45 mahasiswa dan 4 dosen pendamping. Hebirkanta berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar mahasiswa semakin kompak dan Prodi Pendidikan Sejarah semakin dikenal banyak orang.
“Teman-teman semua hebat dan luar biasa. Tanpa mereka, kegiatan fieldtrip ini tidak akan berjalan dengan baik,” tutupnya.
Reporter: Elvira Turnip
