UKM Pers dan Sastra Samudera Universitas Simalungun merayakan 15 tahun berdirinya organisasi yang aktif di bidang jurnalistik dan sastra. Perayaan ini dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan dihadiri oleh seluruh kru aktif Samudera beserta Pembina UKM, dengan mengusung tema “Bermula dari Kata, Menggema Jadi Suara, Terukir Sebagai Jejak.” Acara berlangsung khidmat sejak pukul 14.25 hingga 16.00 WIB.
Acara dibuka dengan sambutan dari Pemimpin Umum UKM Pers dan Sastra Samudera USI, Hana Seftiyanti Marbun, yang menyampaikan rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan panjang organisasi tersebut.
“Samudera bukan sekadar UKM, tapi ruang yang menumbuhkan keberanian untuk berpikir dan menginspirasi lewat kata. Di usia ke-15 ini, mari kita jadikan momen ini sebagai refleksi perjalanan melihat sejauh mana kita telah melangkah, dan sejauh mana kita masih bisa memberi arti. Kita semua adalah bagian dari rantai panjang perjuangan yang dimulai oleh para pendahulu kita,” tuturnya.
Hana menambahkan, lima belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Dalam perjalanannya, Samudera telah menjadi wadah bagi banyak cerita tempat belajar menulis, berbicara, berproses, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih kritis dan berani bersuara.
“Harapan saya, semoga Samudera terus menjadi wadah yang tidak hanya mencetak jurnalis dan sastrawan kampus, tetapi juga melahirkan generasi yang peka, cerdas, dan berintegritas,” ujarnya penuh keyakinan.
Sementara itu, Pembina UKM Pers dan Sastra Samudera USI, Jalatua Hasugian, dalam sambutannya mengajak seluruh kru untuk merenungkan perjalanan panjang Samudera yang penuh dengan tantangan.
“Dulu UKM Pers sempat dianggap berseberangan dengan pihak rektorat dan hampir bubar. Namun pada akhirnya, pihak kampus mulai memahami dan memberikan dukungan, termasuk fasilitas berupa kamera,” ungkapnya.
Ia memberikan apresiasi atas semangat para kru aktif yang tetap bertahan hingga kini, sembari menekankan pentingnya daya tahan dan idealisme dalam menghadapi tantangan di dunia jurnalistik maupun sastra.
“Tantangan di bidang ini membutuhkan ketahanan luar biasa. Boleh saja meniru media konvensional, tetapi tetap harus menjaga idealisme yang kuat baik dalam mengkritik hal-hal di dalam maupun di luar kampus, dengan tetap berfokus pada nilai akademik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jalatua mengingatkan agar seluruh anggota tidak lari dari masalah yang dihadapi UKM, melainkan mencari solusi bersama.
“Kita harus punya mindset tentang apa yang bisa kita berikan kepada anggota berikutnya. Pemimpin yang bertanggung jawab adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin baru,” tegasnya.
Ia pun berharap UKM Pers dan Sastra Samudera dapat terus berkesinambungan dan memberikan manfaat bagi masa depan mahasiswa Universitas Simalungun.
Acara ditutup dengan sesi games dan foto bersama seluruh kru dan pembina, sebagai penanda kebersamaan yang telah terjalin selama 15 tahun perjalanan Samudera.
Reporter: Mai
