Pematangsiantar, Samuderausi.com
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Pematangsiantar menggelar Festival Literasi bertema: “Meningkatkan Budaya Literasi di Era Digital Serta Meningkatkan Akhlak” di Lapangan Pariwisata, Jl.Merdeka Kota Pematangsiantar, mulai Selasa (25/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dibuka Walikota, diwakili Asisten Administrasi Umum, Dedi Tunasto Setiawan, SH., MH.
Dikatakannya, acara ini merupakan proses akhir dari sejumlah kegiatan yang sebelumnya diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan.
“Momentum ini merupakan wadah berkreasi, menguatkan komitmen bersama pentingnya literasi, mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi di era digital,” ujar mantan Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup ini.
Oleh karena itu, Pemko Pematangsiantar mengharapkan, kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan minat baca dan tulis serta melek digital di kalangan peserta didik, sekaligus membangun karakter generasi bangsa.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Pematangsiantar, Ir. Christina Risfani Sidauruk melaporkan, kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara.
Sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain: lomba pidato, lomba konten kreator, bertutur, duta baca, hingga pemilihan perpustakaan kelurahan terbaik 2025.
“Kegiatan ini sekaligus mempromosikan dan meningkatkan minat baca, membangun karakter dan kepercayaan diri, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai organisasi masyarakat,” ujar mantan Kadis Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman ini.
Tampak hadir pada kegiatan tersebut, diantaranya: Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah termasuk unsur Kecamatan dan Kelurahan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, perwakilan Instansi Vertikal, Perbankan, Tanoto Foundation, para Guru dan Dosen, Mahasiswa serta perwakilan pelajar-pelajar SD, SMP dan SMA/SMK yang sekaligus peserta aneka perlombaan.
Sejumlah kreasi dan talenta para peserta turut ditampilkan pada hari pertama tersebut, diantaranya nyanyian vokal solo dan kelompok, tarian, bertutur, serta musikalisasi puisi.
Literasi Bukan Hanya Baca Tulis tapi Ragam Edukasi
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumatera Utara, Desmi Maharani Saragih, STTP.,M.Si
dalam pemaparannya mengingatkan, bahwa persoalan literasi bukan hanya soal baca tulis melulu.
Pejabat yang mengawali karirnya sebagai PNS di Pemko Pematangsiantar ini menjelaskan, saat ini literasi sudah semakin berkembang dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk kebersamaan dalam pengambilan keputusan di tengah keluarga atau organisasi kecil pun, merupakan bagian dari proses penerapan literasi.
Saat ini, lanjut mahasiswa program doktoral Perencanaan Wilayah Universitas Sumatera Utara ini, banjir distraksi di era digital turut menyulitkan anak-anak fokus untuk belajar di rumah.
Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting di era digital sebab teknologi berkembang sangat cepat yang jauh melebihi kecepatan berfikir anak, sehingga dibutuhkan penerapan teknologi secara sehat dan aman.
Penggunaan gadget pun pada anak-anak jangan sampai berlebihan. Mana konten yang berguna bagi anak, tentu butuh filter berbasis literasi. Dalam hal ini, keluarga harus benar-benar hadir, berperan sebagai wadah diskusi anak-anak agar literasi digital punya arah dan manfaat yang tepat sesuai kebutuhan mereka.
“Namun kita jangan sampai lupa, bahwa buku fisik juga penting dibaca sebagai proses keseimbangan literasi,”katanya.
Literasi juga harus dibangun dan dikembangkan dengan berbasis akhlak agar bisa menghasilkan kebijaksaan inovatif dalam setiap pengambilan keputusan.
“Untuk itulah, pengembangan literasi harus dimulai dari hal-hal yang mudah dipahami anak-anak sesuai perkembangan psikologinya,”ujanya mengakhiri. (Jalatua).
