Pematangsiantar, Samuderausi.com
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Simalungun (USI) dinilai memiliki peran penting sebagai wadah pengembangan minat, bakat, dan soft skill mahasiswa. Namun, sejumlah mahasiswa menilai masih diperlukan penguatan sosialisasi serta konsistensi kegiatan agar UKM lebih dikenal secara merata di seluruh fakultas.
Pandu Hasibuan, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi semester III, mengaku mengenal beberapa UKM yang ada di USI, seperti UKM Pers & Sastra Samudera, KBM, PMI, UTC Taekwondo, dan paduan suara. Menurutnya, UKM Samudera merupakan yang paling sering terlihat aktivitasnya.
“Kalau untuk saat ini, UKM Samudera paling sering kelihatan. Setiap ada kegiatan atau acara, Samudera selalu hadir meliput. Misalnya saat kegiatan KBTA, itu langsung masuk berita Samudera dan saya juga diwawancarai secara langsung,” ujarnya.
Meski demikian, Pandu menilai keberadaan UKM di fakultasnya masih kurang terasa. Ia menyoroti minimnya sosialisasi UKM ke fakultas-fakultas tertentu, termasuk Fakultas Pertanian.
“Menurut saya, UKM itu kurang terlihat karena kurangnya sosialisasi ke fakultas-fakultas. Di Fakultas Pertanian sendiri, jarang ada sosialisasi dari UKM,” katanya.
Ia juga mengaku kebingungan untuk bergabung karena kurangnya informasi mengenai kontak atau pengurus UKM.
“Sebagian UKM ada yang aktif, tapi ada juga yang jarang kelihatan. Saya bingung mau masuk UKM, tapi tidak tahu harus menemui siapa,” tambahnya.
Pandu berharap ke depan UKM di USI dapat lebih aktif dan konsisten dalam menjalankan program kerja.
“Harapan saya, UKM di Universitas Simalungun bisa lebih aktif, baik dalam kegiatan rutin maupun program kerja, supaya mahasiswa lebih tertarik bergabung dan bisa mengembangkan potensi diri,” tutupnya.
Pendapat serupa, namun dengan sudut pandang berbeda, disampaikan oleh Mekar Grave Alia Purba, mahasiswa Agribisnis semester III Fakultas Pertanian. Ia menilai akses informasi UKM saat ini sudah mulai membaik.
“Sekarang UKM-UKM sudah lebih mudah diakses, karena diperkenalkan lewat poster, media sosial, dan juga dari teman-teman,” ujarnya.
Menurut Mekar, UKM di USI tergolong cukup aktif, meski masih memerlukan pengembangan agar manfaatnya lebih luas.
“Menurut saya sudah cukup aktif, tapi masih perlu dikembangkan lagi supaya tidak hanya dikenal, tapi juga memberi dampak positif bagi anggota UKM dan mahasiswa lainnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa manfaat UKM sangat bergantung pada keseriusan anggotanya.
“Manfaat ikut UKM itu banyak, asal kita serius. Kuliah bukan cuma soal IPK, tapi juga relasi, kepemimpinan, pengalaman, dan belajar bersosialisasi. Semua itu bisa didapat dari UKM,” katanya.
Sementara itu, Imel Tri Valensia Barus, mahasiswa Fakultas Hukum semester III, menyoroti keberagaman UKM yang ada di USI, mulai dari MAPALA, Samudera, UKM Seni, UKM Keagamaan, hingga PMI.
“Di USI, pilihan UKM cukup beragam dan menjadi wadah kreativitas mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga menilai UKM Samudera sebagai UKM yang paling sering terlihat aktivitasnya.
“Samudera sering muncul lewat liputan isu-isu kampus,” jelasnya.
Namun, Imel menilai informasi mengenai UKM masih belum terpusat dengan baik.
“Informasinya masih kurang terlihat secara terpusat. Biasanya mahasiswa tahu UKM saat PKKMB atau dari Instagram masing-masing UKM, karena website kampus kadang kurang diperbarui,” ungkapnya.
Selain itu, ia menilai keaktifan UKM belum merata.
“Ada UKM yang kegiatannya sangat aktif sepanjang tahun, tapi ada juga yang hanya aktif saat event besar atau perekrutan anggota baru,” katanya.
Bagi Imel, UKM memiliki manfaat besar bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja.
“UKM itu sangat berpengaruh. Kita belajar kerja tim, public speaking, manajemen konflik, dan menambah relasi lintas fakultas. Itu semua penting untuk masa depan,” pungkasnya.
Reporter: Dear & Kevin
