Pematangsiantar, Samuderausi.com
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers & Sastra SAMUDERA Universitas Simalungun (USI) menggelar kegiatan Pra-Pendidikan Dasar (Pradiksar) bagi calon anggota baru angkatan ke-15 selama dua hari, Rabu hingga Kamis (17–18/12/2025), di Ruang 3 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi USI.
Kegiatan Pradiksar ini bertujuan memberikan pembekalan awal kepada calon anggota sebelum mengikuti Pendidikan Dasar UKM Pers & Sastra SAMUDERA USI.
Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan materi Dasar Jurnalistik yang disampaikan oleh Pembina UKM Pers & Sastra SAMUDERA USI, Jalatua Hasugian.
“Perkenalkan, saya Jalatua Hasugian selaku pembina UKM Pers & Sastra SAMUDERA USI. Saya juga mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta pernah bekerja di Harian Mistar,” ujarnya saat membuka materi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah bergabung sebagai calon anggota UKM Pers & Sastra SAMUDERA USI.
“Terima kasih kepada adik-adik yang sudah bergabung. Jangan pernah bosan untuk belajar dan berproses. Tanpa berlama-lama, kita langsung masuk ke materi yang sudah saya siapkan,” katanya.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian jurnalistik, fungsi jurnalistik, dasar penulisan berita, serta konsep piramida terbalik.
“Jurnalistik adalah proses pengumpulan data, verifikasi, dan penyebaran informasi yang akurat, objektif, dan relevan untuk kepentingan publik,” jelas Jalatua.
Selain pemaparan teori, pemateri juga memberikan contoh penulisan straight news, mulai dari pembuatan lead, isi, hingga penutup berita. Sesi tersebut ditutup dengan tanya jawab serta pemberian tugas kepada peserta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi sastra yang disampaikan oleh Chindy Oktaviani, Founder Harsa Publisher dan Layouter Salam Pedia Publisher. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sastra berasal dari bahasa Sanskerta, yakni su yang berarti indah dan sastra yang berarti tulisan.
“Susastra merupakan karya tulis yang mengandung unsur keindahan. Keindahan tersebut tercermin melalui pemilihan kata atau diksi, gaya bahasa seperti majas, kedalaman makna, serta kemampuan membangkitkan emosi dan pengalaman batin pembaca,” jelasnya.
Ia juga memaparkan unsur-unsur sastra, salah satunya diksi atau pilihan kata, seperti senja (matahari terbenam), asa (harapan), pilu (sangat sedih), nestapa (susah hati), kelam (gelap), dan mentari (matahari).
Selain itu, Chindy menjelaskan majas sebagai gaya bahasa dalam bentuk kalimat, disertai contoh-contoh kalimat sastra yang menggambarkan emosi dan suasana batin. Di akhir materi, dijelaskan bahwa sastra terbagi menjadi dua jenis, yakni sastra lama dan sastra baru.
Melalui kegiatan Pradiksar ini, diharapkan calon anggota UKM Pers & Sastra SAMUDERA USI dapat memahami dasar-dasar jurnalistik dan sastra sebagai bekal awal dalam berproses di organisasi.
Reporter: Anisa
