Pematangsiantar, Samuderausi.com
Universitas Simalungun (USI) secara resmi melepas mahasiswa peserta program MBKM Mandiri PTPN IV Regional II Tahun 2026. Acara pemberangkatan digelar di Biro Rektor Lantai 2 USI, Selasa (10/2/2026) pukul 10.00–11.00 WIB.
Sebanyak 19 mahasiswa dari beberapa fakultas akan menjalani program magang selama kurang lebih empat bulan, terhitung mulai 11 Februari hingga 11 Juni 2026. Kegiatan pelepasan dipimpin oleh Wakil Rektor III USI, Asnewastri, M.Pd.
Peserta magang terdiri dari 10 mahasiswa Program Studi Manajemen, 7 mahasiswa Agroteknologi, dan 2 mahasiswa Agribisnis.
Salah satu peserta, Diva Aulia, mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen semester 6, mengungkapkan bahwa persiapan mengikuti program tersebut tergolong singkat. Ia menerima informasi magang pada 20 Januari 2026 dari Ketua Program Studi Manajemen, Elfina Damanik.
“Persiapannya cukup mendadak, hanya sekitar satu setengah hari sebelum penutupan pendaftaran. Saya menyiapkan CV dan belajar psikotes,” ujarnya.
Diva dinyatakan lolos dan ditempatkan di PKS Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, pada bagian SDM dan Umum.
Peserta lainnya, Citra Wahyu Ikhwanda, mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen semester 4, memperoleh informasi magang dari grup kelas. Ia mendaftar pada 28 Januari 2026 dan mengikuti psikotes pada 30 Januari 2026.
“Persiapannya fokus pada pengurusan berkas, pengisian Google Form, dan belajar psikotes,” jelasnya.
Citra ditempatkan di Kebun Tonduhan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, juga pada bagian SDM dan Umum. Selama menjalani program magang, peserta akan tinggal di rumah warga, perumahan staf, atau mess yang disediakan oleh pihak perusahaan.
Ia juga membagikan pengalaman pertamanya selama berada di lokasi magang.
“Pengalaman pertama magang ini seru, karena kami disambut dengan baik oleh Bapak Manajer, Ibu Asisten Personalia, serta staf lainnya. Kami juga sudah disediakan tempat tinggal,” ungkapnya.
Menurut Citra, mengikuti magang lebih awal memberikan keuntungan secara akademik.
“Dengan magang di semester 4, nanti semester 7 saya bisa fokus skripsi. Sertifikat dari PTPN juga bisa menjadi nilai tambah saat rekrutmen BUMN,” katanya.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti program serupa agar mempersiapkan diri secara matang.
“Untuk teman-teman yang mau magang, harus lebih menyiapkan mental dan fisik, karena kita tidak tahu akan ditempatkan di mana. Ada juga penempatan yang jauh dari keramaian, sehingga cukup sulit mencari kebutuhan sehari-hari, termasuk makanan,” ujarnya.
Pihak PTPN IV Regional II memberikan uang saku kepada peserta magang, meskipun nominalnya tidak dipublikasikan sesuai kebijakan perusahaan.
Salah satu peserta magang lainnya, Rifky Yoga Pratama, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi semester 6, ditempatkan di Kebun Bukit Lima, Kecamatan Bosor Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada bagian Tanaman.
Ia mengatakan informasi magang diperoleh dari kampus, kemudian informasi lanjutan disampaikan melalui email setelah pendaftaran.
“Informasi magang saya dapatkan dari kampus, lalu setelah mendaftar, informasi selanjutnya dikirim melalui email,” ujarnya.
Untuk persiapan, Rifky mengaku mempelajari dasar sistem PTPN serta jenis-jenis tanaman dalam lingkup PTPN IV.
“Saya mempelajari dasar sistem PTPN dan berbagai tanaman di lingkup PTPN IV. Tahapannya mendaftar online, mengisi Google Form, menyiapkan berkas, dan mengikuti psikotes,” jelasnya.
Ia memilih mengikuti magang pada semester 6 karena melihat adanya kesempatan untuk mencoba lebih awal.
“Keuntungannya, saya tidak perlu lagi magang di kemudian hari dan bisa fokus menyusun skripsi. Setelah selesai magang, target saya kembali ke kampus dan fokus menyelesaikan skripsi,” katanya.
Rifky juga mengungkapkan kesan pertamanya saat mulai menjalani program magang.
“Asyik, meskipun masih awal dan belum banyak pengalaman karena baru ditempatkan,” ungkapnya.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu memanfaatkan peluang yang ada.
“Tetap semangat terus mencoba dan selalu cari celah di setiap kesempatan dan peluang yang ada,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia industri. Melalui kerja sama dengan PTPN IV Regional II, USI berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di bangku perkuliahan, tetapi juga mengembangkan keterampilan profesional, etos kerja, serta kesiapan menghadapi dunia kerja setelah lulus.
Reporter: Yessy, Fryty, Mika
