Perkembangan Kasus Pengeroyokan Jaka Malau di Siantar

Pematangsiantar, Samuderausi.com

Penyidikan kasus penganiayaan berat yang menewaskan Jaka Jannes Malau (24) di depan Balai Kota Pematangsiantar terus menunjukkan perkembangan signifikan. Pihak kepolisian dilaporkan telah mengamankan satu unit minibus yang diduga kuat digunakan para pelaku saat melancarkan aksinya.

Berdasarkan keterangan dari Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Sandi Riz Akbar, armada yang disita merupakan mobil Daihatsu Sigra berlogo salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas). Kendaraan tersebut kini telah diamankan di Mapolres Pematangsiantar sebagai barang bukti utama. Selain menyita armada, polisi juga memeriksa pengemudi mobil berinisial PS untuk mendalami keterlibatan serta kronologi kejadian di dalam kendaraan.

Peristiwa tragis yang terjadi pada akhir Mei lalu ini diduga dipicu oleh masalah salah sasaran akibat konflik eksternal terkait upah pengerjaan tato. Korban, Jaka Malau, yang berada di lokasi kejadian menjadi sasaran amuk massa. Korban sempat dimasukkan ke dalam mobil ormas tersebut, bahkan dilaporkan mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari kendaraan yang sedang melaju hingga akhirnya mengalami luka fatal dan meninggal dunia di RS Vita Insani. Hingga kini, pihak kepolisian telah menetapkan sedikitnya enam orang sebagai tersangka.

Kasus ini kini menarik perhatian publik secara nasional setelah pengacara terkenal, Hotman Paris Hutapea, menyatakan siap mengawal penuntasan kasus ini melalui tim hukum “Hotman 911”.

Melalui unggahan di media sosial resminya, Hotman Paris menyampaikan desakan langsung kepada Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Pematangsiantar, AKBP Yogen Heroes Baruno, untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan menangkap seluruh oknum yang terlibat tanpa pandang bulu.

“​Hallo Kapolda Sumut tangkap semua pelaku!! Hotman 911 akan bergerak” ucap Hotman Paris dalam sebuah komentar

​Langkah hukum ini diambil setelah pihak keluarga korban, diwakili oleh kakak kandung almarhum, Sari Agustina Malau, secara terbuka meminta keadilan atas kematian adiknya yang dinilai sangat keji. Keterlibatan tim hukum populer ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum dan memastikan seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

sumber: medan.tribunnews.com , metro-online.co

reporter : valen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....