Pematangsiantar, Samuderausi.com
Mengisi waktu libur semester dengan kegiatan yang bermanfaat menjadi alasan utama banyak mahasiswa mengikuti program magang. Salah satunya adalah program magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Pematangsiantar yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sekaligus memahami peran Bank Indonesia secara lebih dekat.
Dua mahasiswi semester VI Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun, Kristin F. M. Sinaga dan Nadzwa Rinzani, menjadi peserta magang yang merasakan langsung pengalaman tersebut. Keduanya berbagi cerita mengenai proses pendaftaran, pengalaman selama magang, hingga harapan yang ingin dicapai setelah program berakhir.
Nadzwa mengungkapkan bahwa ia memperoleh informasi mengenai program magang tersebut dari para alumni kampusnya. Sejak akhir Maret 2026, ia mulai aktif mempersiapkan diri.
“Tahapan awal yang saya lakukan dalam proses pendaftaran magang di KPwBI Pematangsiantar adalah mempersiapkan dan melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan. Dokumen tersebut terdiri atas transkrip nilai, surat rekomendasi, curriculum vitae (CV), dan surat permohonan magang yang diajukan kepada pihak terkait,” ujar Nadzwa.
Selain melengkapi dokumen, ia juga mengasah keterampilan teknis, seperti Microsoft Excel, Microsoft Word, dan Canva.
Program magang di KPwBI Pematangsiantar berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 2 Juni hingga 2 Juli 2026. Selama magang, peserta ditempatkan di beberapa unit kerja melalui sistem rotasi. Kristin pernah ditempatkan di Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (UIPUR) dan saat ini bertugas di Unit Manajemen Intern (UMI). Sementara itu, Nadzwa menjalankan tugas di Unit Manajemen Intern.
Menurut Kristin, alasannya memilih magang di Bank Indonesia adalah untuk memahami secara langsung peran dan tugas bank sentral yang selama ini hanya diketahuinya melalui berbagai pemberitaan.
“Saya ingin belajar bagaimana Bank Indonesia bekerja, khususnya dalam menjaga kualitas nilai rupiah dan menjalankan fungsi CBP (Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah),” katanya.
Senada dengan itu, Nadzwa mengaku tertarik untuk mengetahui lebih jauh peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian serta memahami perbedaannya dengan bank umum.
Melalui program magang ini, keduanya berharap dapat menambah pengalaman, meningkatkan keterampilan profesional, serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dunia kerja.
Kristin juga berharap ilmu yang diperolehnya dapat diterapkan di masyarakat, khususnya melalui edukasi QRIS, sosialisasi tentang Rupiah, dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Sementara itu, Nadzwa menjadikan pengalaman magang ini sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja dan mengikuti program magang berikutnya.
Keduanya berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu memanfaatkan kesempatan magang yang tersedia.
“Jangan takut mencoba meskipun belum memiliki banyak pengalaman. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan terus berkembang,” ujar Kristin.
Nadzwa menambahkan bahwa sikap dan etika juga menjadi hal penting selama menjalani masa magang.
“Selain kemampuan, adab dan cara kita menghargai orang lain juga sangat diperhatikan di lingkungan kerja,” tutupnya.
Reporter: Mika
