Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (20) meninggal dunia setelah ditabrak dan dilindas mobil taktis (rantis) milik Brimob Polri pada Kamis (28/8/2025) malam di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah kericuhan demonstrasi massa yang menolak tunjangan bagi anggota DPR. Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat jelas mobil rantis melaju di tengah situasi massa, hingga melindas dua pengemudi ojol.
Affan tewas di lokasi kejadian, sementara satu pengemudi ojol lainnya selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kabar tragis ini langsung memicu gelombang kemarahan sekaligus duka di media sosial. Warganet ramai-ramai menuntut pertanggungjawaban aparat.
Salah satu akun Instagram bernama @arfan_lallo menuliskan,
“Kami rakyat tidak mau tahu pak @listyosigitprabowo @humaspolri @polisi_indonesia @gibran_rakabuming @prabowo. Anggota kau yang sudah menginjak dan melindas seorang ojol sampai meninggal. Kami meminta hukuman mati terhadap polisi yang sudah menghilangkan nyawa orang 💔🌹.”
Netizen lain dengan nama akun @reko.barang_terlaris_di_shopee menyebut,
“Kalo dari atas sudah gak beres, yang di bawah pasti akan lebih gak beres lagi 😢.”
Sementara akun @prmhntn menuliskan sindiran,
“Sementara itu, mereka yang menyebut dirinya ‘wakil rakyat’ sedang tidur nyenyak .”
Tak sedikit pula yang menyoroti kondisi korban. Akun @bagindo1926 berkomentar,
“Ojol-nya kenapa ada di kerumunan demo. Kasihan keluarganya… Padahal demo di Indonesia ini gak pernah tertib menyampaikan aspirasi. Selalu anarkis, bakar-bakar, merusak, lempar-lempar.”
Selain itu, sejumlah tokoh publik juga menyampaikan rasa belasungkawa. Akun @evtessia menuliskan,
“Bahkan, ada rakyat tidak bersalah ‘Affan Kurniawan’ yang harus kehilangan nyawa—di saat dia masih punya banyak cita-cita untuk dikejar 💔.”
Unggahannya mendapat ribuan dukungan warganet yang ikut berduka atas meninggalnya Affan.
Hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Publik mendesak agar aparat segera memberikan penjelasan dan menindak tegas anggotanya yang terlibat, demi keadilan bagi korban serta mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Reporter: Elvira turnip
