Begini Tanggapan Akademisi dan Mahasiswa Terkait Insiden Mobil Brimob Lindas Ojol di Tengah Aksi Massa

Insiden tragis menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan (20), yang tewas setelah terlindas mobil taktis Brimob saat terjadi aksi massa pada Kamis (28/08/2025). Peristiwa ini memicu keprihatinan luas dan kritik terhadap cara aparat dalam melakukan pengamanan aksi demonstrasi.

Akademisi sekaligus pemerhati pemerintahan, K. Yuda Saragih, menilai tindakan aparat dalam insiden tersebut tidak sesuai dengan tugas dan prosedur standar operasional (SOP) kepolisian.

“Seharusnya ada SOP yang jelas dalam pengawasan maupun pembubaran massa. Cara-cara pengamanan yang tidak sesuai bisa berakibat fatal, bahkan memakan korban seperti kasus semalam. Hal ini saya anggap sebagai bentuk kelalaian aparat dalam memahami tugasnya. Ke depan, perlu ada penertiban dan edukasi internal bagi setiap anggota yang diberikan surat tugas agar mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi massa,” ujarnya (29/08).

Sementara itu, Dibar, seorang mahasiswa, menyampaikan keprihatinannya atas tindakan aparat yang dinilai terlalu brutal. Ia menilai peristiwa tersebut tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga menyinggung rasa kemanusiaan masyarakat.

“Kita sebagai masyarakat saja sudah sangat sedih melihat kejadian itu, apalagi seorang ojol sampai jadi korban. Saya harap Kapolri dan pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini, karena masih banyak laporan massa aksi yang dipukuli dan ditangkap hingga terluka,” kata Dibar (29/08).

Ia juga menambahkan harapannya agar aparat dapat menahan diri dan tidak bersikap berlebihan dalam mengamankan aksi.

“Tahun depan KUHPidana baru akan diberlakukan. Jangan sampai hak kita dalam berdemokrasi semakin dibatasi. Aparat seharusnya melindungi, bukan justru bersikap semena-mena. Harus ada pertanggungjawaban hukum atas peristiwa ini,” tegasnya.

Insiden ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi kepolisian agar lebih mengutamakan pendekatan humanis dalam mengawal aksi masyarakat, sehingga hak berdemonstrasi tetap terlindungi tanpa mengorbankan keselamatan jiwa.

Reporter: Welpin, Nur, Yessi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....