Puluhan mahasiswa bersama masyarakat menggelar Aksi Solidaritas 1000 Lilin di Gerbang Utama Universitas Simalungun pada Minggu malam (31/8) mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.
Aksi ini dilakukan untuk mengenang korban yang meninggal akibat tindakan represif aparat, sekaligus menuntut keadilan agar kasus yang terjadi diusut tuntas. Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama, musikalisasi puisi, penyampaian aspirasi, pembacaan sumpah mahasiswa, hingga pernyataan bela sungkawa bagi para korban.
“Aksi ini kami lakukan untuk menghormati dan mengenang korban, sekaligus menuntut agar keadilan benar-benar ditegakkan,” ujar Dian Akbar, selaku pimpinan aksi.
Selain mengenang korban, aksi lilin ini juga menjadi simbol tuntutan kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus pelanggaran, menindak aparat yang represif, serta menghadirkan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Tidak hanya mahasiswa, masyarakat sekitar turut hadir dan menyatakan dukungan terhadap aksi yang digagas mahasiswa.
Namun, aksi ini juga turut mendapat perhatian dari aparat intelijen yang terlihat memantau jalannya kegiatan.
Meski mendapat pantauan, aksi berlangsung damai, dan tertib.
Dengan mengungsung tema “Luka mereka, luka kita juga”, aksi ini diharapkan mampu mengajak masyarakat lebih peduli terhadap isu kemanusiaan, termasuk kekerasan, pelanggaran HAM, dan diskriminasi yang masih sering terjadi.
Reporter: Hana & Kevin
