Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru terkait ditiadakannya program pertukaran program studi (prodi) yang biasanya dapat diikuti mahasiswa pada semester lima. Kebijakan ini memunculkan beragam tanggapan dari mahasiswa, terutama mereka yang merasakan langsung perubahan aturan tersebut.
Dian Sidabalok, mahasiswa Manajemen angkatan 2023, menilai kebijakan ini cukup berdampak pada fleksibilitas mahasiswa. Menurutnya, pertukaran prodi selama ini menjadi ruang untuk mengeksplorasi minat baru sekaligus memperluas wawasan lintas bidang.
“Kalau dihapus, ruang fleksibilitas mahasiswa jadi berkurang,” ujarnya.
Meski begitu, Dian juga memahami langkah kampus yang kemungkinan bertujuan menjaga konsistensi kurikulum serta memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Hal senada disampaikan Indah Sari Banjarnahor, mahasiswa Akuntansi semester lima. Ia mengakui bahwa meski kebijakan ini cukup disayangkan, ada sisi positif yang bisa dipahami.
“Dulu kayaknya seru bisa nyicipin mata kuliah jurusan lain. Jadi ada gambaran lebih luas. Tapi kalau emang kurikulumnya berubah, ya mau gimana lagi,” tuturnya.
Menurut Indah, fokus pada jurusan masing-masing memang membuat mahasiswa lebih mendalami bidangnya, namun pengalaman belajar lintas jurusan pun berkurang.
Sementara itu, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi semester tujuh yang enggan disebutkan identitasnya menilai penghapusan program tersebut memiliki sisi positif. Ia menilai, kebijakan ini dapat menjaga konsistensi akademik, mempermudah administrasi, serta mendorong mahasiswa agar lebih matang sejak awal dalam memilih jurusan.
“Sering kali mahasiswa ikut program itu bukan karena kemauan sendiri, tapi karena permintaan. Jadi, dengan aturan baru ini, prodi bisa diisi oleh mahasiswa yang benar-benar memiliki minat dan komitmen sesuai bidangnya,” ungkapnya.
Ketiga mahasiswa sepakat bahwa kebijakan ini membawa dampak ganda. Di satu sisi, mahasiswa lebih fokus mendalami prodi yang dipilih sehingga nilai dan kualitas pembelajaran lebih terjaga. Namun, di sisi lain kesempatan untuk memperluas wawasan lintas disiplin menjadi berkurang.
Meski demikian, mereka berharap pihak kampus tetap menyediakan ruang pengembangan diri melalui program lain, seperti seminar, workshop, kolaborasi antar prodi, hingga magang lintas disiplin. Dengan begitu, mahasiswa tetap memiliki kesempatan untuk menambah pengalaman dan wawasan di luar program studi utama.
Reporter: Intan & Yessi
