Dunia kerja saat ini menuntut para lulusan baru untuk lebih siap menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan masa perkuliahan. Hal ini diungkapkan oleh Mayta Ambarita S.Hut lulusan Universitas Simalungun dari Program Studi Kehutanan, dan Dian dipa pratiwi S, pd lulusan Program Studi Bahasa Inggris, yang berbagi pandangan mereka mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja.
Menurut Mayta, tantangan terbesar bagi lulusan baru adalah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang nyata.
“Kadang apa yang kita pelajari di kampus nggak selalu sama dengan kondisi di lapangan. Selain itu, persaingan juga makin ketat, jadi kita harus terus ngembangin skill, bukan cuma ngandelin ijazah aja,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dunia kerja saat ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis. Keterampilan lunak (soft skill) seperti komunikasi, kerja sama tim, kemampuan adaptasi, dan berpikir kritis juga menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan seseorang di tempat kerja.
Sementara itu, Dian menilai bahwa salah satu kendala umum yang dihadapi lulusan baru adalah sulitnya menemukan lowongan kerja yang ramah bagi fresh graduate.
“Tantangan yang udah umum sebenarnya, banyak loker yang nggak fresh graduate friendly. Kebanyakan harus ada pengalaman kerja dulu,” ungkapnya.
Dian juga menekankan pentingnya keterampilan teamwork dan public speaking yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan. Menurutnya, hubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sangat erat.
“Menurutku korelasinya pasti sangat erat. Dan nggak hanya pendidikan formal aja yang harus ditempuh di era sekarang ini, pendidikan nonformal juga penting,” tambahnya.
Baik Mayta maupun Dian sepakat bahwa mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Pesanku, perbanyak skill dan pengalaman selama kuliah. Manfaatkan setiap kesempatan buat upgrade diri, karena itu bakal kepakai banget di dunia kerja,” tutup Dian.
Reporter: Intan & Pani
