Presiden Prabowo Subianto merencanakan pengiriman 500 ribu tenaga kerja Indonesia ke luar negeri, khususnya di bidang juru las (welder) dan sektor pelayanan (hospitality). Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp8 triliun untuk mendukung program tersebut.
Rencana ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat pembentukan Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
“Mungkin sedikit ada yang tadi dibahas secara detail, yaitu arahan Bapak Presiden di dalam sidang kabinet kemarin untuk mempersiapkan 500 ribu tenaga kerja kita di bidang welder dan hospitality,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, dikutip dari Liputan6.com.
“Anggaran yang disediakan sekitar Rp8 triliun sehingga ini akan sejalan dengan program pemagangan,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga akan menempatkan sekitar 20 ribu dokter, baik spesialis maupun umum, di berbagai daerah. Program ini akan dikoordinasikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Tujuannya untuk mengoordinasi dan menyelaraskan program strategis pemerintah agar tepat waktu, tercapai target, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Airlangga.
Langkah ini menjadi bagian dari hasil kerja sama bilateral antara Indonesia dan sejumlah negara mitra. Berdasarkan data Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), sejak 2007 hingga kini jumlah juru las asal Indonesia yang bekerja di luar negeri baru mencapai 7.763 orang, dengan tiga negara tujuan utama: Brunei Darussalam (1.332 orang), Arab Saudi (1.069 orang), dan Malaysia (1.052 orang).
Tenaga las dengan kualifikasi 3G/4G dan 6G menjadi yang paling dibutuhkan. Las 3G/4G mencakup kemampuan mengelas logam pada posisi vertikal atau diagonal dengan sudut 70–80 derajat, sedangkan 6G dilakukan pada posisi miring 45 derajat, termasuk tingkat keahlian tinggi di bidang penyambungan logam.
Dalam rapat koordinasi tersebut, hadir sejumlah menteri, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.
Reporter: Elvira Turnip
