Lomba Sastra yang digelar UKM Pers dan Sastra Samudra Universitas Simalungun berlangsung pada Jumat (14/11) di Aula Fakultas Ekonomi USI, dan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang pada Sabtu (15/11). Kegiatan ini dibuka oleh Jalatua Hasugian selaku Pembina UKM Pers dan Sastra.
Acara ini mendapat antusias tinggi, dengan total 36 peserta PJTD serta 45 peserta lomba sastra yang terdiri dari tiga kategori: musikalisasi puisi, baca pidato, dan desain poster. Para peserta berasal dari berbagai sekolah di Pematangsiantar dan kabupaten Simalungun.
Dari seluruh juara yang diumumkan, beberapa perwakilan pemenang menyampaikan kesan dan pesan inspiratif mengenai pengalaman mereka mengikuti lomba.
Faisal Baihaqi Pasaribu, siswa SMAN 3 Pematangsiantar, berhasil meraih juara 1 pidato dan juara 3 puisi. Ia mengikuti lomba ini sebagai bentuk pemanasan dan menambah wawasan sebelum mengikuti kompetisi lainnya.
“Sebetulnya awalnya ingin pemanasan untuk lomba-lomba berikutnya dan menambah wawasan,” ujarnya.
Ia juga berharap prestasinya dapat memotivasi pelajar lainnya.
“Ketahuilah bahwa kalian punya karya masing-masing yang bisa diekspresikan. Jangan minder karena kalah satu atau dua lomba karena kekalahan itu adalah jalan menuju kemenangan,” pesannya.
Dari kategori baca pidato, Khairin Afiqoh, juara 2 dari kelas 12 YP, mengetahui lomba ini dari poster yang ditempel di mading sekolah. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dan berharap dapat diadakan setiap tahun.
“Kami berharap acara ini dibuat tiap tahun karena menambah wawasan dan pengalaman,” katanya.
Sementara itu, Kaila Syahira, juara 2 puisi dari SMA Swasta Teladan Pematangsiantar, mengaku sempat minder karena harus bersaing dengan banyak peserta berbakat.
“Pertama sempat minder karena peserta lain bagus-bagus. Melawan 18 peserta itu bukan hal gampang. Yang penting berusaha, berdoa, dan minta doa orang tua. Sebelum tampil pun saya minta doa mama,” ungkapnya.
Ia juga berharap lomba seperti ini terus diselenggarakan agar semakin banyak bakat seni yang berkembang.
Kegiatan PJTD dan Lomba Sastra tahun ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan memperkuat minat mereka dalam dunia jurnalistik, seni, dan kepenulisan.
Reporter: Pani
