HKBP Nommensen Pematangsiantar, Samuderausi.com
Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Pematangsiantar menggelar diskusi publik dan pelatihan bertema “Mengenal Lebih Dekat Cornel Simanjuntak” di Ruang Menza Universitas HKBP Nomensen, Rabu (3/12). Kegiatan ini menghadirkan Rektor Universitas Nomensen, perwakilan Pemerintah Kota Pematangsiantar, jurnalis IWO, mahasiswa Nomensen, dan peserta dari berbagai kampus di Pematangsiantar.
Acara dibuka pukul 09.40 WIB dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars IWO.
Ketua IWO Pematangsiantar, Jon Roi Tua Purba, MPA, mengatakan
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mengenal Cornel Simanjuntak, bukan hanya sebagai nama dalam buku sejarah, tetapi juga memahami perjuangan dan karya-karyanya yang legendaris. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar atas dukungannya.”
Wakil Rektor Universitas HKBP Nomensen, Dr. Natalina Purba, menyambut baik kegiatan ini.
“Kami bangga kampus tuan menjadi rumah. Kegiatan ini penting untuk memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat juang yang telah diwariskan Cornel Simanjuntak,” ujarnya.
Perwakilan Wali Kota Pematangsiantar menambahkan
“Kami mengapresiasi IWO karena mengangkat kembali sosok pahlawan daerah. Mahasiswa perlu mengenal Cornel melalui perjuangannya, bukan hanya dari buku.”
Moderator acara, Armeindo Sinaga, S.Pd, memperkenalkan dua narasumber, yakni dosen Sejarah USI Jalatua Hasugian dan Wakil Rektor Nomensen Hendra Simanjuntak, M.Pd.
Jalatua Hasugian dalam paparannya menyatakan, “Cornel Simanjuntak adalah seorang pejuang komponis yang meninggal pada usia 25 tahun. Ia pernah mengajar, bekerja di Badan Kebudayaan Jepang, dan meninggalkan dunia seni untuk ikut menarik demi kemandirian. Sayangnya, media dan sastra nasional jarang menampilkan sosoknya.”
Ia menambahkan, “Karyanya seperti ‘Maju Tak Gentar’ masih diapresiasi hingga sekarang, bahkan oleh orang Eropa.”
Hendra Simanjuntak menekankan pentingnya musik dalam perjuangan.
“Cornel adalah putra Siantar, tetapi lebih dikenal di Pulau Jawa. Jika Pemko Pematangsiantar memberikan hibah tanah, kami siap mencari dana untuk membangun monumen Cornel di kota ini,” ujarnya.
Hendra juga menyampaikan, “Cornel memiliki keturunan dari istrinya yang berasal dari Jerman.”
Setelah diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan menulis. Jurnalis senior Fetra Tumanggor membuka sesi dengan tekanan,
“Sebagai jurnalis, kita harus menulis berdasarkan fakta. Apa yang viral di media sosial belum tentu benar, jadi jangan menulis sebelum memverifikasi informasi.”
Materi kemudian dilanjutkan oleh Deddy Hutajulu, wartawan sekaligus ASN.
“Kita akan praktik langsung menulis berita yang baik, mulai dari lead hingga struktur penyampaian informasi,” katanya kepada peserta.
Kegiatan resmi ditutup pukul 15.45 WIB dengan sesi foto bersama.
Reporter: Elvira dan Mai
