Jakarta, Samuderausi.com
Pemerintah Indonesia pada Minggu (21/12) resmi menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Kesepakatan ini bertujuan menurunkan tarif perdagangan serta memperluas jangkauan produk nasional ke pasar non-tradisional.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mewakili Indonesia, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) EAEU yang berlangsung di Saint Petersburg, Rusia. Budi mengatakan, FTA Indonesia–EAEU merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka pasar baru bagi pelaku usaha Indonesia.
“FTA Indonesia–EAEU bukan hanya tentang pengurangan tarif, tetapi juga menjadi tonggak pembangunan jembatan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan,” ujar Budi dalam keterangan resmi yang dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan, penandatanganan perjanjian ini merupakan upaya pemerintah dalam mendiversifikasi pasar ekspor Indonesia serta mengeksplorasi sumber investasi baru, khususnya di sektor manufaktur dan pertanian.
Menurut Budi, melalui kesepakatan tersebut, produk unggulan Indonesia akan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan lebih kompetitif. Di sisi lain, Indonesia juga menawarkan peluang ekonomi bagi negara-negara EAEU dengan jumlah penduduk mencapai 281,6 juta jiwa serta Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$1,4 triliun yang terus tumbuh.
Dalam kesempatan itu, Budi juga menyampaikan salam Presiden Prabowo Subianto kepada para pemimpin negara-negara anggota EAEU. Berdasarkan perhitungan EAEU, volume perdagangan antara Indonesia dan EAEU diperkirakan akan berlipat ganda dalam tiga hingga lima tahun setelah perjanjian ini berlaku.
Selain penandatanganan FTA, sejumlah dokumen lain turut disepakati setelah KTT EAEU di St. Petersburg, termasuk rencana aksi implementasi deklarasi pembangunan ekonomi hingga 2030 serta visi jangka panjang hingga 2045 bertajuk Jalur Ekonomi Eurasia.
Pada 2026, kepemimpinan EAEU akan beralih dari Belarus ke Kazakhstan, dengan pertemuan EAEU berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Mei di Astana.
Indonesia secara resmi menjalin kerja sama perdagangan bebas dengan EAEU melalui penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) antara Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Menteri Perdagangan Komisi Ekonomi Eurasia (EEC) Andrey Slepnev.
Budi menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk memastikan implementasi perjanjian ini berjalan efektif dan berkelanjutan. Indonesia–EAEU FTA dinilai memberikan kerangka kerja yang komprehensif serta kepastian hukum bagi pelaku usaha di kedua belah pihak.
“Indonesia bersama Uni Ekonomi Eurasia siap memastikan implementasi perjanjian ini berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata serta berkelanjutan bagi perekonomian kedua pihak,” ujar Budi, Rabu (24/12/2025), dikutip dari detik.com. (Rel)
Reporter: Elvira Turnip
