Mahasiswa USI Soroti Kasus Viral di UIN Riau, Tekankan Pentingnya Kontrol Emosi dan Keamanan Kampus

Raihan, pelaku pembacokan terhadap mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Selain diproses secara hukum, pelaku juga terancam sanksi akademik berupa drop out (DO). (f/dok: TribunnewsBogor)

Pematangsiantar, Samuderausi.com

Kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau atau UIN Riau dan menjadi viral di media sosial menuai berbagai tanggapan dari kalangan mahasiswa. Peristiwa tersebut menimbulkan rasa kaget, sedih, sekaligus kekhawatiran mengenai keamanan di lingkungan kampus.

Gion Sianipar, mahasiswa semester 6 Program Studi Kehutanan, menilai bahwa kasus tersebut berawal dari persoalan pribadi. Namun, menurutnya, tindakan yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang tetap tidak dapat dibenarkan.

“Kalau yang saya tahu, ini sebenarnya masalah hati atau persoalan perasaan. Tetapi bagaimanapun juga tindakan sampai menghilangkan nyawa orang tidak bisa dibenarkan. Bahkan dalam hubungan suami istri pun hal seperti itu tidak diperbolehkan karena sudah melanggar hak asasi manusia,” ujarnya.

Ia juga menilai bahwa dalam konflik tersebut tidak sepenuhnya bisa menyalahkan satu pihak saja. “Kalau saya lihat, tidak sepenuhnya salah pihak laki-laki, tetapi tidak bisa juga langsung menyalahkan pihak perempuan karena bisa saja perempuan tersebut memang tulus hanya ingin berteman,” tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Alika, mahasiswa semester 4 Program Studi Akuntansi. Ia mengaku terkejut ketika pertama kali mengetahui kasus tersebut.

“Waktu pertama kali melihat berita ini saya kaget, karena alasannya bukan sesuatu yang besar, hanya karena penolakan cinta,” katanya.

Menurutnya, peristiwa ini dapat dilihat dari dua sisi. Selain merupakan persoalan individu, kasus tersebut juga berdampak pada citra institusi pendidikan.

“Ini bisa merusak nama baik kampus, dan juga bisa berdampak pada individu khususnya perempuan. Banyak perempuan bisa merasa trauma setelah melihat kejadian seperti ini,” jelasnya.

Meski demikian, Alika menegaskan bahwa kepercayaan terhadap institusi kampus tidak serta merta hilang. Ia menilai bahwa kejadian tersebut lebih merupakan kesalahan individu.

“Saya tetap percaya pada kampus tersebut. Bukan kampusnya yang salah, tetapi manusianya,” ujarnya.

Pendapat lain disampaikan oleh Nazla, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) semester 4. Ia mengaku merasa sedih dan marah atas kejadian tersebut.

“Kampus seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar, bukan tempat terjadinya kekerasan seperti ini,” katanya.

Nazla menilai bahwa peristiwa tersebut pada dasarnya merupakan persoalan individu, namun karena terjadi di area kampus maka pihak kampus juga perlu melakukan evaluasi.

“Kampus perlu meningkatkan keamanan, pengawasan, serta menyediakan layanan konseling bagi mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga memilih untuk tidak menyimpulkan siapa yang benar atau salah secara mutlak, mengingat banyak informasi yang beredar di media sosial belum tentu sepenuhnya akurat.

“Kekerasan tetap tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Konflik seharusnya diselesaikan dengan cara yang lebih dewasa,” tambahnya.

Sementara itu, Risky Indriyani, mahasiswa semester 2 Program Studi Agroteknologi, menilai kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Menurut saya, ini tidak bisa dicontoh dan harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita harus berpikir jernih sebelum melakukan sesuatu,” ujarnya.

Ia juga berharap pihak kampus tetap meningkatkan kewaspadaan serta lebih memperhatikan kondisi mahasiswa agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Melalui berbagai pandangan tersebut, para mahasiswa sepakat bahwa kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi, penyelesaian konflik secara dewasa, serta peningkatan keamanan di lingkungan perguruan tinggi.

Reporter: Mika, Aurel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....