Yudisium Fakultas Ekonomi USI Pertahankan Tradisi Kebaya dan Jas sebagai Simbol Akademik dan Budaya

Pematangsiantar, Samuderausi.com

Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun (USI) kembali mempertahankan tradisi penggunaan kebaya bagi mahasiswi dan jas bagi mahasiswa dalam pelaksanaan yudisium tahun 2026. Tradisi tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai akademik sekaligus budaya Indonesia.

Dekan Fakultas Ekonomi, Dr. Liharman Saragih menjelaskan bahwa penggunaan kostum tersebut bukan untuk membedakan Fakultas Ekonomi dengan fakultas lain, melainkan sudah menjadi kebiasaan yang berlangsung sejak lama.

“Jadi pakaian yang rapi dan sopan, kebetulan untuk laki-laki memakai jas dan perempuan berkebaya. Tujuannya untuk meningkatkan aura kegiatan itu sendiri sebagai pelepasan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi,” ujarnya saat diwawancarai kru Samudera, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, penggunaan kebaya dan jas dalam yudisium tidak memiliki filosofi khusus yang terlalu mendalam, namun lebih kepada menciptakan suasana akademik yang bermakna dan berkesan bagi mahasiswa yang akan meninggalkan bangku perkuliahan.

“Ini kegiatan akademik, tentu kita hormati dengan pakaian yang sopan dan rapi. Kita ingin ada kesan bermakna bagi mahasiswa setelah kurang lebih delapan semester menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa tradisi tersebut telah berlangsung turun-temurun di Fakultas Ekonomi. Meski tidak mengetahui secara pasti kapan pertama kali diterapkan, namun sejak dirinya berada di fakultas tersebut, penggunaan kebaya dan jas sudah menjadi bagian dari pelaksanaan yudisium.

Sementara itu, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi, Dian G. Purba mengatakan bahwa pada dasarnya tidak ada aturan khusus terkait penggunaan kostum yudisium di lingkungan universitas. Namun, setiap fakultas memiliki kebijakan masing-masing dalam menentukan pakaian yang digunakan mahasiswa saat yudisium.

“Khususnya di Fakultas Ekonomi, yang menjadi budaya saat yudisium adalah perempuan menggunakan kebaya dan laki-laki menggunakan jas atau blazer dengan dasi,” jelasnya.

Ia menilai penggunaan kebaya memiliki nilai budaya dan menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur Indonesia. Sementara penggunaan jas bagi laki-laki dianggap sebagai gambaran kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja setelah menyandang gelar sarjana.

“Kebaya merupakan cita rasa budaya Indonesia dan menunjukkan nilai keanggunan seorang wanita. Sedangkan laki-laki menggunakan jas karena ini menjadi simbol kesiapan mereka memasuki dunia kerja sebagai seorang sarjana,” katanya.

Menurut Dian, tradisi tersebut telah diterapkan sejak lama. Selama 12 tahun dirinya mengajar di Fakultas Ekonomi, penggunaan kebaya dan jas sudah menjadi bagian dari budaya yudisium.

Selain prosesi yudisium, Fakultas Ekonomi tahun ini juga menghadirkan sejumlah kegiatan tambahan, seperti kolaborasi dengan UMKM serta menghadirkan beberapa industri yang diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi para lulusan.

“Kita ingin mahasiswa merasakan euforia dan pengalaman tersendiri sebelum meninggalkan Fakultas Ekonomi. Selain itu, akan ada penghargaan akademik untuk mahasiswa berprestasi agar menjadi motivasi bagi angkatan berikutnya,” tutup Liharman.

Reporter : Mika & Aurel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....