Pematangsiantar, Samuderausi.com
Wico J. Tarigan, S.E., M.Si, pria kelahiran Pematangsiantar, 18 Februari 1985, kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Program Studi Akuntansi. Di balik posisi tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang penuh tantangan sejak masa kuliah.
Wico resmi menjabat sebagai Kaprodi Akuntansi sejak Maret tahun ini. Sebelum berada di dunia akademik, ia telah melalui berbagai pengalaman kerja di sejumlah bidang.
Perjalanan itu dimulai sejak ia masih duduk di bangku kuliah. Sejak semester enam, Wico sudah bekerja sambil menempuh pendidikan. Ia membiayai kuliahnya sendiri, sekaligus harus membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan.
“Tantangan terbesar saat itu adalah mengatur waktu. Saya harus bekerja sampai sore, lalu lanjut kuliah. Kadang menghadapi macet, hujan, dan kelelahan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Methodist Indonesia, Medan, Wico melanjutkan studi S2 di Universitas Sumatera Utara dengan jurusan Ilmu Akuntansi. Di masa itu, ia tetap menjalani pekerjaan secara bersamaan.
Pengalaman kerjanya cukup beragam. Ia pernah bekerja di konsultan pajak, kemudian di perusahaan IT sebagai penghubung antara sistem dan akuntansi, serta di perusahaan pembiayaan (leasing) hingga menjabat sebagai kepala cabang.
Ketertarikannya pada dunia akademik sebenarnya telah muncul sejak lama. Ia aktif dalam berbagai organisasi sejak masa sekolah hingga kuliah. Namun, keinginan tersebut baru benar-benar diwujudkan setelah ia menyelesaikan pendidikan S2.
“Setelah S2, saya mencoba melamar sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi,” katanya.
Langkah tersebut membawanya masuk ke dunia pendidikan hingga akhirnya dipercaya memimpin Program Studi Akuntansi. Dalam perannya saat ini, Wico tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pengembangan program studi.
Ia berharap Program Studi Akuntansi dapat terus berkembang dan menjadi lebih unggul ke depannya melalui kerja sama seluruh pihak.
“Saya berharap akuntansi ini bisa lebih baik dan lebih unggul ke depan,” ujarnya.
Kepada mahasiswa, Wico menekankan pentingnya proses dalam belajar. Menurutnya, akuntansi merupakan bidang yang membutuhkan latihan dan pemahaman yang berkelanjutan.
“Akuntansi tidak bisa dikuasai sekali atau dua kali belajar. Harus terus dilatih dan dipelajari,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan standar akuntansi terus berubah, sehingga mahasiswa perlu mengikuti pembaruan seperti PSAK dan IFRS agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Reporter: Putri & Andini
