Pematangsiantar, samuderausi.com
Berjalannya 606 hari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyrakat.
Dr. Liharman Saragaih, SE., MM., dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen Universitas Simalungun (USI), mengatakan kebutuhan bahan makanan dalam program MBG dapat melibatkan pelaku UMKM dan masyarakat.
Kebutuhan seperti ikan, sayur-mayur, lauk-pauk, serta bahan makanan lainnya dinilai dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memasok kebutuhan progran MBG.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini akan menambah kepada para pelaku-pelaku UMKM yang berkaitan dengan program MBG, misalnya ikan lauknya, sayur-mayurnya, kemudian berkaitan dengan semua yang bisa menjadikan sebuah produk itu layak untuk dimakan,” ungkap Liharman saat diwawancarai oleh kru samudera.(03/09/2026)
Menurutnya, jika MBG berjalan secara berkelanjutan, kebutuhan bahan makanan dapat ikut meningkatkan aktivitas usaha dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja. Ia juga melihat anggaran MBG berpotensi menjadi investasi jangka panjang apabila program tersebut terus berjalan.
“Iya, nanti arahnya ke situ dia. Jadi bisa sebagian untuk investasi jangka panjang. Mudah-mudahan program ini berjalan terus. Artinya kalau program ini berjalan terus kan akan berkesinambungan nanti ke depannya,” katanya.
Hal serupa disampaikan Risma N. Munthe, SE., MM., dosen Fakultas Ekonomi USI, melihat dampak MBG dari sisi kesempatan kerja. Menurutnya, program tersebut membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.
“Dengan bukanya MBG ini memang ada perekrutan tenaga kerja. Dengan begitu, ibu-ibu rumah tangga yang selama ini tidak punya pekerjaan menjadi punya pekerjaan,” ujar Risma. (03/09/2026)
Menurut Risma, dampak ekonomi MBG perlu dilihat dari berbagai sisi. Program ini dapat memberikan peluang bagi UMKM dan tenaga kerja, tetapi kondisi ekonomi masyarakat secara keseluruhan juga perlu menjadi perhatian.
Ia menilai, keberadaan MBG dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terlibat dalam penyediaan makanan maupun tenaga kerja. Namun, dampaknya terhadap perekonomian masyarakat tetap perlu dilihat selama program tersebut berjalan.
Reporter: Mika, Fryty
