Menyandang gelar sarjana, banyak mahasiswa dihadapkan pada fase baru yang penuh tantangan: beradaptasi dengan dunia kerja dan memenuhi berbagai ekspektasi, baik dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Dua lulusan dari universitas berbeda membagikan kisah mereka tentang bagaimana mereka melewati masa transisi ini.
Diera Elika Purba S.pd lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan (UNIMED), mengaku bersyukur dan bahagia karena berhasil menyelesaikan studi serta meraih gelar sarjana.
“Saya lebih percaya diri, namun di sisi lain juga merasa cemas karena belum memiliki pengalaman di dunia kerja. Tapi saya sudah siap terjun langsung ke dunia pekerjaan,” ujarnya.
Menurut Diera, pengalaman selama kuliah seperti KKN, KKNI, dan PKL menjadi bekal penting yang menumbuhkan rasa percaya diri. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa kurangnya pengalaman profesional masih menjadi tantangan saat mencari pekerjaan. Ia berpesan kepada mahasiswa yang masih menempuh pendidikan agar tetap semangat dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Berbeda dengan Diera, Desica Florensia Purba S.pd lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, mengungkapkan bahwa awal kelulusannya justru dipenuhi rasa cemas dan belum siap menghadapi dunia kerja.
“Tapi seiring waktu, saya mulai merasa mampu. Itu semua berkat pengalaman semasa kuliah yang menuntut saya untuk terus belajar hingga benar-benar paham akan suatu hal,” kata Desica.
Desica menilai, kepercayaan diri pascalulus tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan hasil dari kombinasi pengalaman kuliah, usaha pribadi, kemampuan, serta dukungan keluarga dan orang-orang terdekat. Namun, ia juga mengakui bahwa dunia kerja memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi persaingan ketat dan ketidaksesuaian antara jurusan dengan pekerjaan yang tersedia.
“Untuk mengatasi hal itu, saya belajar berpikir realistis dan menyesuaikan ekspektasi dengan kondisi lapangan. Tidak semua hal berjalan sesuai rencana, tapi yang penting kita tetap belajar dan beradaptasi,” tambahnya.
Desica juga berpesan kepada mahasiswa yang akan segera lulus agar tidak hanya mengandalkan materi dari kampus.
“Perlu eksplorasi dari luar seperti Google, YouTube, dan sumber lain. Inisiatif belajar mandiri sangat penting supaya tidak kaget menghadapi dunia kerja nanti,” tuturnya.
Kisah kedua lulusan ini menunjukkan bahwa perjalanan setelah wisuda tidak selalu mudah. Namun, rasa percaya diri dapat tumbuh seiring waktu selama seseorang mau terus belajar, beradaptasi, dan yakin pada usaha yang telah dilakukan selama masa kuliah.
Reporter: Yessi & Dear
