Sei Mangke, Samuderausi.com
Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun melaksanakan kegiatan studi lapangan ke PT Aice Sumatera Industry di Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung proses produksi es krim dalam skala industri.
Sebanyak 52 mahasiswa angkatan 2024 berangkat dari kampus pukul 08.00 WIB menggunakan tiga angkutan kota (angkot) dan satu mobil. Kegiatan ini didampingi oleh Kaprodi Manajemen, Elfina O. P. Damanik, SE., MM, serta dosen Risma N. Munthe, SE., M.Si dan Kristianto, SE., MM. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 09.17 WIB dan disambut oleh tim PT Aice.
Setelah penyambutan, mahasiswa mengikuti pemaparan dan observasi langsung di area pabrik. Perwakilan perusahaan, Mia Naibaho, menjelaskan bahwa Aice merupakan perusahaan es krim asal Singapura yang mulai beroperasi di Indonesia sejak 2014 dengan fokus menghadirkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.
Ia juga menyampaikan bahwa PT Aice memiliki tiga fasilitas produksi utama di Indonesia, yaitu di Cikarang, Mojokerto, dan Sei Mangke. “Kami tidak hanya berfokus pada kualitas, tetapi juga inovasi agar produk dapat dinikmati oleh berbagai kalangan,” ujarnya.
Dalam pemaparan tersebut, dijelaskan pula filosofi logo AICE, yaitu “A: The Best, Ice: Ice Cream, Have An Aice Day: Make Your Day! Gives Quality, Enjoyment, Freshness, Cheerful & Innovation.”
Aice juga dikenal sebagai Official Ice Cream Asian Games 2018, sponsor FIFA World Cup Qatar 2022, serta Worldwide Olympic Partner pada Olimpiade Paris 2024, dengan brand ambassador seperti Lionel Messi dan Kylian Mbappe.
Mahasiswa kemudian diajak melihat berbagai aspek operasional pabrik, mulai dari pengolahan bahan baku, lini produksi, hingga penyimpanan di cold storage. Mereka juga diperkenalkan dengan teknologi modern seperti sistem robotik dan Clean in Place (CIP) yang memungkinkan pembersihan tangki tanpa pembongkaran.
Selain itu, kapasitas produksi pabrik mencapai rata-rata 115 ton per hari, menunjukkan skala produksi yang besar dan terorganisir.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Mahasiswa Rumiani Napitu menanyakan bahan baku yang digunakan dalam produksi es krim. Tim Aice menjelaskan bahwa bahan baku tercantum pada kemasan dan berasal dari dalam maupun luar negeri.
Pertanyaan lain disampaikan oleh Mika Purba terkait daya tahan produk. “Produk es krim dapat bertahan hingga dua tahun sejak diproduksi, selama disimpan sesuai standar,” jelas tim Aice.
Sementara itu, Sully menanyakan penanganan produk kedaluwarsa. Tim Aice menegaskan bahwa produk yang sudah kedaluwarsa di pabrik wajib dimusnahkan, sedangkan yang berada di distributor atau pedagang menjadi tanggung jawab pihak terkait.
Dosen Kristianto juga menyoroti dampak penggunaan teknologi robotik terhadap tenaga kerja. Pihak perusahaan menjelaskan bahwa meskipun teknologi berkembang, perusahaan tetap mempertahankan tenaga kerja, khususnya masyarakat sekitar, sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Dalam hal persaingan pasar, Risma N. Munthe mengangkat strategi yang digunakan Aice. Tim perusahaan menyampaikan bahwa kekuatan utama terletak pada harga yang terjangkau serta inovasi produk yang berkelanjutan.
Winaldo Sibarani menanyakan target pasar dan strategi promosi. Dijelaskan bahwa Aice menyasar berbagai segmen, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dengan variasi rasa yang beragam serta dukungan promosi melalui event internasional dan brand ambassador.
Mahasiswa juga menyoroti aspek teknis produksi. Adinda Simbolon menanyakan kendala mesin, yang umumnya terjadi pada mesin kemasan dan ditangani melalui perawatan rutin oleh operator dan teknisi.
Sementara itu, Najla Naibaho mempertanyakan konsistensi kualitas produk. Tim Aice menjelaskan bahwa perusahaan menerapkan sistem Quality Control yang ketat, termasuk pengambilan sampel berkala dan pengujian laboratorium.
Di akhir kegiatan, pihak kampus menanyakan peluang kerja sama magang. Namun, pihak perusahaan menyampaikan bahwa program tersebut masih menunggu persetujuan dari kantor pusat.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan serta sesi foto bersama. Rombongan kemudian kembali ke kampus sekitar pukul 13.00 WIB.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung mengenai dunia industri. Kunjungan ini diharapkan dapat memperluas wawasan dan menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja.
Reporter: Fryty dan Mika
