Pematangsiantar, Samuderausi.com
Sejumlah pedagang di Pajak Horas, Pematangsiantar, mengeluhkan kenaikan harga plastik yang terjadi sejak Februari lalu. Lonjakan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap harga jual barang serta menurunnya keuntungan pedagang.
Salah seorang pedagang, Megawati Simatupang, mengungkapkan bahwa harga plastik mengalami kenaikan cukup signifikan. Plastik ukuran setengah kilogram bahkan naik hingga Rp5.000. Secara keseluruhan, kenaikan harga plastik diperkirakan mencapai sekitar 40 persen.
“Kalau harga plastik naik, kami terpaksa menyesuaikan harga jual barang. Misalnya, kami membeli tomat Rp14.000, lalu dijual ke pelanggan Rp16.000. Sebenarnya untungnya tipis, apalagi kondisi jualan sekarang sedang sepi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Dewi Girsang. Ia menilai kenaikan harga plastik sangat memberatkan pedagang kecil yang bergantung pada plastik untuk melayani pembeli.
Menurut para pedagang, plastik merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas jual beli. Tanpa plastik, mereka kesulitan melayani pelanggan. Meski demikian, sebagian pelanggan mulai membawa kantong belanja sendiri sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik di tengah kenaikan harga.
Menghadapi kondisi ini, para pedagang mengaku hanya bisa beradaptasi. “Kami harus hadapi, semua ada pasang surutnya,” kata Megawati.
Megawati dan Dewi berharap harga plastik dapat segera kembali stabil. “Semoga lekas normal, meskipun tidak seperti semula, setidaknya ada penurunan harga. Karena ini sangat mempengaruhi harga jual dagangan kami,” tutur Dewi.
Kenaikan harga plastik menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang di Pajak Horas, terutama di tengah kondisi penjualan yang sedang lesu.
Reporter: Intan & Michael
