Pematangsiantar, Samuderausi.com
Dilansir dari mistar.id Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar menyediakan layanan WiFi gratis di 52 titik yang tersebar di ruang publik, perguruan tinggi, rumah ibadah, hingga perkantoran. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses internet tanpa biaya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pematangsiantar, Johannes Sihombing, mengatakan bahwa layanan WiFi publik tersebut tersedia di sejumlah lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat.
“Saat ini terdapat 52 titik WiFi publik (internet gratis) di beberapa lokasi strategis, baik di ruang terbuka hijau seperti Lapangan Adam Malik, Taman Bunga, Taman Beo, maupun Lapangan Horbo,” ujar Johannes, Kamis (8/10/2026).
Selain di ruang terbuka hijau, layanan WiFi gratis juga tersedia di sejumlah rumah ibadah, Universitas Simalungun (USI), Universitas HKBP Nommensen, serta kantor pemerintahan.
Johannes menjelaskan, masyarakat juga dapat mengakses layanan tersebut di Kantor Wali Kota Pematangsiantar, seluruh kantor camat, dan Media Center Diskominfo.
“Di Kantor Wali Kota, kantor camat se-Kota Pematangsiantar, dan Media Center Diskominfo juga tersedia. Jadi, di Kota Pematangsiantar ada total 52 titik,” katanya.
Menurut Johannes, penyediaan WiFi publik merupakan bagian dari penerapan konsep Smart City di Kota Pematangsiantar. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akses internet di ruang publik.
Manfaat layanan tersebut turut dirasakan mahasiswa. Suci, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Universitas Simalungun (USI), mengatakan bahwa WiFi gratis sangat membantu aktivitas perkuliahan, terutama untuk mencari referensi dan mengerjakan tugas.
“Menurut saya, WiFi publik gratis ini sangat membantu, terutama bagi mahasiswa untuk mencari materi kuliah dan mengerjakan tugas tanpa harus selalu menggunakan kuota pribadi. Selain itu, fasilitas ini juga bisa menghemat pengeluaran untuk membeli paket internet,” ujarnya.
Suci mengaku menggunakan layanan tersebut beberapa kali dalam seminggu untuk mencari referensi tugas, mengakses situs pembelajaran, dan menggunakan media sosial. Meski demikian, ia menilai koneksi internet terkadang melambat ketika banyak pengguna mengakses jaringan secara bersamaan.
Ia berharap kualitas jaringan dapat ditingkatkan agar lebih stabil dan nyaman digunakan masyarakat, khususnya mahasiswa.
Hal serupa disampaikan Secilia. Ia menilai keberadaan WiFi publik gratis membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan internet sehari-hari tanpa harus mengandalkan kuota pribadi.
“WiFi publik gratis ini bermanfaat banget, terutama buat mahasiswa yang sering membutuhkan internet untuk mengerjakan tugas. Dengan adanya fasilitas ini, kami bisa lebih hemat kuota. Saya sendiri cukup sering menggunakannya untuk mengerjakan tugas, browsing, dan scroll media sosial,” ujarnya.
Secilia mengatakan, layanan tersebut sudah cukup membantu, meskipun kecepatan koneksi terkadang menurun saat jumlah pengguna meningkat. Ia berharap kecepatan jaringan dapat lebih stabil dan jangkauan layanan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang bisa memanfaatkannya.
Keberadaan WiFi publik gratis ini membantu masyarakat, khususnya mahasiswa, memenuhi kebutuhan internet untuk menunjang aktivitas perkuliahan. Peningkatan kualitas dan kestabilan jaringan diharapkan dapat membuat layanan tersebut semakin optimal dan nyaman digunakan oleh masyarakat.
Reporter : Valen
