Mahasiswa FKIP Ceritakan Pengalaman dan Pandangan Mereka soal UKM di USI

Teks foto: Dua mahasiswa FKIP Universitas Simalungun yang menjadi narasumber dalam liputan mengenai cerita dan pandangan mahasiswa terhadap Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus.

Pematangsiantar, Samuderausi.com


Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Simalungun (USI) menilai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) memiliki peran penting dalam pengembangan minat, bakat, serta soft skill di luar perkuliahan. Hal ini disampaikan oleh dua mahasiswa FKIP, Asri Saragih dan Winda Lase, saat diwawancarai kru Samudera.

Asri Saragih, mahasiswa FKIP semester 5, menyebutkan beberapa UKM yang ada di USI, yaitu UKM KBM, Taekwondo, PMI, Pers, dan Khatulistiwa.

“KBM itu organisasi yang fokus pada pengembangan minat dan bakat di bidang musik, seni, dan wirausaha. UKM Taekwondo untuk melatih fisik, disiplin, dan prestasi. Begitu juga UKM PMI yang bergerak di bidang kepalangmerahan seperti donor darah dan bakti sosial,” jelasnya (19/11).

Ia juga menjelaskan bahwa UKM Pers bergerak di bidang jurnalistik, fotografi, dan penulisan berita kampus. Sementara UKM Khatulistiwa merupakan UKM pecinta alam yang aktif dalam kegiatan naik gunung, camping, dan pelestarian lingkungan.

Asri mengaku bergabung dengan UKM KBM. “Di sana saya belajar menari, dance, dan banyak hal baru lainnya. Selain itu, saya juga dapat relasi dan pengetahuan baru,” ungkapnya.

Ia biasanya memperoleh informasi kegiatan UKM dari grup WhatsApp dan anggota UKM yang membagikan pengumuman. Asri berharap UKM di USI dapat semakin aktif dan bermanfaat bagi mahasiswa.

“Kegiatannya harus lebih menarik dan promosinya lebih aktif di medsos,” tambahnya.

Sementara itu, Winda Lase, mahasiswa FKIP semester 3, menyampaikan enam UKM yang ia ketahui di USI, yaitu KSR PMI, Pers, UTC, AUC, Mapala, dan KBM. Ia menjelaskan bahwa setiap UKM memiliki fokus kegiatan masing-masing.

“KSR PMI fokus di kegiatan kemanusiaan. UKM Pers untuk jurnalistik dan publikasi. UTC itu taekwondo. AUC bergerak di vokal dan musik. Mapala lebih ke lingkungan dan kegiatan alam. Sedangkan KBM itu musik, tari, dan kesenian,” jelasnya (19/11).

Winda merupakan anggota aktif KSR PMI dan AUC. Ia menyebutkan banyak pengalaman berharga dari kedua UKM tersebut.

“Di KSR PMI saya belajar menolong orang, kerja sama, dan jadi lebih peduli. Rasanya seperti punya keluarga baru. Di AUC, saya melatih suara, tampil di acara kampus, dan punya teman satu passion. Latihannya juga jadi healing,” katanya.

Ia mengetahui informasi kegiatan UKM dari teman, akun Instagram UKM, hingga unggahan UKM Pers yang rutin mempublikasikan acara kampus. Winda berharap UKM di USI dapat semakin aktif dan saling mendukung.

“Biar mahasiswa merasa diterima dan nyaman. Lebih bagus kalau ada kegiatan ringan dan promosi Instagram yang lebih hangat,” ujarnya.

Baik Asri maupun Winda sepakat bahwa UKM berperan penting dalam meningkatkan kualitas mahasiswa. “Di kelas kita belajar teori, di UKM kita belajar praktiknya. Jadi UKM itu melengkapi kualitas kita sebagai mahasiswa,” tutup Winda.

Reporter: Dear & Kevin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....