Sibolangit, Samuderausi.com
Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Simalungun (USI) menggelar kegiatan Field Trip 2025 di kawasan Sibolangit. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 38 mahasiswa dan tujuh dosen pembimbing. Field trip ini mengusung dua konsep utama: pengamatan keanekaragaman hayati di sepanjang jalur hiking serta kegiatan berbagi kasih melalui kunjungan ke panti asuhan.
Koordinator acara, Nazwa Garnisa Balqis, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap ilmu biologi secara langsung di lapangan.
“Bagi kami, field trip itu bukan hanya sekadar perjalanan biasa, karena dari kegiatan ini kami bisa belajar dari teori di kampus dan mempraktikkannya langsung di lapangan,” ujarnya.
Selama dua hari pertama, peserta melakukan pengamatan flora dan fauna di jalur hiking. Aktivitas ini menjadi praktik nyata dari teori keanekaragaman hayati yang selama ini dipelajari di kelas.
Selain pengamatan alam, panitia juga melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengunjungi sebuah panti asuhan. Dengan visi “membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin”, kegiatan ini bertujuan menebar kasih serta menghadirkan pengalaman bermakna bagi anak-anak panti.
“Kami bukan hanya sekadar berbagi, tetapi juga menjalin tali kasih dengan anak-anak panti di sana.”
Di panti asuhan, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari mewarnai, membuat kerajinan tangan, hingga membangun taman literasi. Nazwa menyebut kunjungan tersebut sebagai momen paling berkesan selama field trip.
“Melihat senyum, antusias, dan partisipasi aktif anak-anak panti dalam kegiatan seperti mewarnai, membuat kerajinan tangan, hingga membuat taman literasi—itu semua menjadi momen yang tak terlupakan,” katanya.
Field trip ini juga menjadi ajang penyambutan bagi mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Biologi. Nazwa berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kekompakan antar angkatan sekaligus memberi manfaat bagi mahasiswa, kampus, dan masyarakat sekitar.
“Semoga kami semua Prodi Pendidikan Biologi Universitas Simalungun semakin kompak terus,” pesannya.
Dengan komunikasi yang baik antara panitia, mahasiswa, dan dosen, seluruh kendala yang muncul selama kegiatan dapat teratasi dengan baik. Nazwa mengaku bahwa menjadi koordinator acara memberi pengalaman baru dalam menangani situasi di luar rencana.
“Hal yang menantang itu bagaimana aku meng-handle segala acara yang sudah dibuat tetapi tidak berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Reporter: Dear
