ISMEI Wilayah I Aceh–Sumut Gelar Rakerwil I dan Seminar Nasional di Pematangsiantar, Tegaskan Peran Pemuda dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

Pematangsiantar Samuderausi.com

Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah I Aceh–Sumatera Utara menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus dan seminar nasional pada Kamis, 9 April 2026, di Aula Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar. Kegiatan ini mengusung tema “Revitalisasi Ekonomi Pasca Bencana di Sumatera Utara dan Aceh”.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari akademisi, mahasiswa, hingga perwakilan pemerintah daerah. Turut hadir Wakil Rektor III Universitas Simalungun Dra Asnewastri, M.Pd., Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun Dr. Liharman Saragih, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Risbon Sinaga, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, serta perwakilan dari Polres Pematangsiantar dan Polres Simalungun.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta sejak pagi hari, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang berlangsung khidmat. Kegiatan kemudian diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Mahasiswa, pembacaan doa, serta laporan Ketua Panitia, Zupfan Efendi.

Memasuki prosesi pelantikan, kegiatan turut diwarnai dengan penayangan video dokumenter mengenai kondisi pasca bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara sebagai bentuk refleksi terhadap tema yang diangkat.

Ketua Badan Pimpinan Pusat (PP) ISMEI, Adji Permana, yang secara langsung melantik kepengurusan ISMEI Wilayah I Aceh–Sumatera Utara menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting dalam melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.

“Kepemimpinan merupakan amanah yang menuntut tanggung jawab, integritas, dan komitmen tinggi untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengurus wilayah memiliki peran strategis dalam menentukan arah gerak organisasi, memperkuat konsolidasi, serta meningkatkan kontribusi mahasiswa ekonomi dalam pembangunan daerah dan nasional.

Menurutnya, ISMEI tidak hanya menjadi wadah akademik, tetapi juga ruang bagi mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi bangsa.

“Dengan semangat kolaborasi, dedikasi, dan integritas, pengurus Wilayah I yang baru dilantik harus mampu menjalankan amanah dan menjadi bagian dari solusi bagi negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelantikan pengurus ISMEI Wilayah I Aceh–Sumatera Utara.

“Harapannya, pengurus yang baru saja dilantik dapat memberikan kontribusi nyata di masyarakat serta tetap menjadi mitra kritis pemerintah dan kontrol sosial,” ujarnya.

Koordinator ISMEI Wilayah I Aceh–Sumatera, Randa Wijaya, menegaskan bahwa pelantikan bukan hanya formalitas, melainkan amanah moral yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kepengurusan akan merumuskan langkah konkret dalam forum internal untuk memastikan ISMEI Wilayah I berperan aktif dalam pemulihan ekonomi lokal di wilayah terdampak,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas mahasiswa ekonomi se-Sumatera Utara dan Aceh untuk bertukar gagasan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Randa Wijaya turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Pematangsiantar, Pemerintah Kota Pematangsiantar, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami berkomitmen menjalankan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dengan semangat kolaborasi, mari bersama-sama bergotong royong membangun ekonomi yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan di Sumatera Utara dan Aceh,” ujarnya.

Selain pelantikan, kegiatan juga dirangkaikan dengan seminar nasional yang menghadirkan akademisi Robert T. Siregar sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia membahas “Peran Pemuda dalam Pemulihan Ekonomi Lokal Pasca Bencana Sumatera Utara dan Aceh Berbasis Potensi Daerah.”

Ia menjelaskan bahwa bencana yang terjadi memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian, akses sumber daya, serta aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemulihan ekonomi yang berfokus pada penguatan potensi lokal agar pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Adapun susunan kepengurusan ISMEI Wilayah I Aceh–Sumatera Utara terdiri dari Koordinator Randa Wijaya (Universitas Simalungun), Sekretaris Lukman (Universitas Asahan), dan Bendahara Ghufran (Universitas Muhammadiyah Banda Aceh), yang didukung oleh berbagai bidang dari mahasiswa lintas perguruan tinggi di Sumatera Utara dan Aceh, seperti Universitas Negeri Medan dan Universitas Gajah Putih Banda Aceh.

Melalui kegiatan Rakerwil I ini, ISMEI Wilayah I Aceh–Sumatera Utara diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan serta program kerja yang konkret dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah pasca bencana, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan nasional.

Reporter: Yessi, Andini & Aurel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WeCreativez WhatsApp Support
Hubungi Tim Samudera, agar segera meliput!
Halo sobat Samudera....