Menjalani peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus pekerja dan anggota organisasi bukan hal yang mudah. Namun, bagi sebagian mahasiswa Universitas Simalungun, hal itu justru menjadi ajang untuk belajar manajemen waktu dan tanggung jawab.
Binsar Rizky Tampubolon, mahasiswa Fakultas Hukum semester 5, membuktikan bahwa kuliah dan kerja dapat berjalan seimbang. Sambil bekerja di sebuah angkringan kopi pada sore hingga malam hari, ia tetap mengikuti perkuliahan di pagi hari.
“Saya bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan di angkringan kopi dengan jam kerja yang fleksibel, sehingga tidak mengganggu perkuliahan,” ujar Binsar saat di temui kru samudera (21/10).
Ia mengaku sempat mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara kuliah dan kerja. Namun, seiring waktu, ia mulai terbiasa dan menyusun jadwal yang efektif.
“Biasanya saya pulang kuliah langsung ke kos untuk mengerjakan tugas dan beristirahat. Sore harinya saya bekerja dari pukul 19.00 WIB sampai 02.00 WIB,” tambahnya.
Selain kuliah dan bekerja, Binsar juga aktif di organisasi internal kampus, yaitu Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM).
Sementara itu, Intan Purba, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Bahasa Inggris semester 3, juga berbagi pengalamannya dalam menyeimbangkan waktu antara kuliah, tugas, organisasi, dan pekerjaan.
“Aku buat jadwal harian dan catat semua deadline tugas serta kegiatan di buku atau aplikasi supaya nggak bentrok,” ujar Intan saat di wawancarai kru samudera (21/10) .
Ia menambahkan bahwa motivasinya datang dari mimpi dan tanggung jawab terhadap diri sendiri.
“Aku sadar nggak ada hasil tanpa usaha yang konsisten. Walaupun kadang capek kuliah, kerja, dan ikut organisasi, aku tetap jalanin karena tahu semua ini bagian dari proses menuju cita-cita. Aku juga pengin buktiin kalau aku bisa berdiri di atas kaki sendiri dan mengatur hidupku dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Nadia Simarmata, mahasiswa Prodi Kehutanan semester 5, aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Palang Merah Indonesia (PMI). Dari kegiatan itu, ia mendapatkan banyak pengalaman dan keterampilan baru.
“Aku dapat pengetahuan tentang jenis-jenis obat dan tahu apa yang harus dilakukan kalau melihat orang luka. Jadi, pengalamanku nggak cuma soal kehutanan, tapi juga pertolongan pertama,” kata Nadia (21/10).
Ia menambahkan bahwa mengikuti UKM juga menjadi salah satu cara untuk menambah wawasan dan kemampuan diri.
“Motivasiku kuliah dan ikut UKM karena bisa nambah skill yang berguna dalam kehidupan perkuliahanku,” ujarnya.
Ketiga mahasiswa ini membuktikan bahwa dengan pengaturan waktu yang baik dan motivasi yang kuat, kuliah, kerja, dan kegiatan organisasi bisa berjalan seimbang tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Reporter: Tupani
