Di tengah padatnya aktivitas magang dan pekerjaan, Ika Vransiska Damanik, mahasiswi Universitas Simalungun angkatan 2022 dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, tetap berjuang menyelesaikan tugas akhir atau skripsi meski sedang mengikuti program Magang Berdampak dari kampus.
Ika mengaku bahwa proses yang ia jalani saat ini tidaklah mudah. Ia harus pandai membagi waktu antara magang dan pekerjaan yang sama-sama menuntut tanggung jawab tinggi.
“Aku magang di Taspen dengan shift pagi, pulang jam 12 siang. Terus harus lanjut kerja dari jam 1 siang sampai jam 9 malam. Jadi aku harus pintar-pintar bagi waktu untuk mengerjakan skripsi,” ungkapnya saat di wawancarai kru samudera (22/10).
Mahasiswi semester VII ini sempat merasa stres ketika melihat teman-temannya sudah lebih dulu mengajukan judul skripsi. Namun, ia bersyukur karena pengalaman magang justru memberinya inspirasi untuk menentukan topik penelitiannya.
“Puji Tuhan, sekarang aku sudah disuruh dosen pembimbing untuk mengerjakan proposal Bab 1 sampai Bab 3. Biasanya aku sempat mencicilnya setelah pulang kerja,” tuturnya.
Menurut Ika, kunci agar mahasiswa tetap konsisten mengerjakan skripsi adalah adanya dorongan motivasi, baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar.
“Kalau kita lihat teman sudah mengajukan judul atau mulai bimbingan, pasti kita juga jadi terdorong untuk bergerak dan semangat mengerjakan skripsi,” ujarnya.
Ika juga berpesan agar mahasiswa tidak terlalu keras terhadap diri sendiri selama menjalani proses yang melelahkan ini.
“Kalau capek tapi masih terus berusaha, itu wajar. Asalkan jangan langsung berhenti atau menyerah. Skripsi bukan ajang perlombaan, jadi jangan iri kalau teman sudah selesai lebih dulu. Jadikan itu motivasi agar kita juga bisa semangat bangkit,” pesannya.
Menutup ceritanya, Ika menyampaikan pandangan optimis tentang perjalanan setiap mahasiswa.
“Ingat, semua orang punya proses dan waktunya masing-masing untuk mencapai tujuannya. Cukup nikmati, jalani, dan syukuri bagianmu,” tutupnya.
Reporter: Mai & Intan
